Perkembangan layanan transportasi online seperti Grab dan Maxim di Kota Bengkulu telah memberikan alternatif moda transportasi yang efisien, mudah diakses, dan terjangkau bagi masyarakat perkotaan. Kehadiran kedua platform ini turut mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin mengutamakan kecepatan, kemudahan pemesanan, serta transparansi biaya perjalanan. Namun, perbedaan karakteristik layanan, baik dari segi tarif maupun kualitas pelayanan, menimbulkan tantangan bagi pengguna dalam menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pengguna terhadap kedua layanan serta menentukan alternatif yang lebih unggul menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 114 responden yang merupakan pengguna aktif Grab dan Maxim di Kota Bengkulu. Lima kriteria utama yang dianalisis meliputi tarif, waktu tunggu, kenyamanan, keamanan, dan kinerja layanan secara keseluruhan. Proses analisis dilakukan dengan pembobotan setiap kriteria dan perhitungan nilai kedekatan terhadap solusi ideal positif dan negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Maxim lebih unggul pada aspek tarif dan waktu tunggu yang relatif lebih cepat, sedangkan Grab memiliki kelebihan pada aspek kenyamanan serta persepsi kualitas layanan yang lebih baik. Berdasarkan hasil perhitungan akhir menggunakan metode TOPSIS, Maxim memperoleh nilai preferensi tertinggi secara keseluruhan sehingga menjadi alternatif yang lebih dipilih oleh masyarakat. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen yang menunjukkan bahwa data penelitian dinyatakan layak, konsisten, dan akurat untuk dianalisis lebih lanjut secara ilmiah
Copyrights © 2026