Perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan salah satu jenis perkerasan yang banyak digunakan pada konstruksi jalan karena memiliki kekuatan struktural tinggi, mampu menahan beban lalu lintas berat, serta memiliki umur layan yang relatif panjang dengan kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan perkerasan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan material dari Quarry Pematang Sapang dalam perencanaan campuran beton dengan flexural strength (FS) 45 untuk pekerjaan perkerasan jalan beton di Provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, analisis gradasi, pengujian abrasi, kadar lumpur, dan penyerapan air, serta perancangan campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000. Pengujian kuat lentur dilakukan mengacu pada SNI 4431:2011, sedangkan pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011. Benda uji yang digunakan berupa balok berukuran 15×15×60 cm untuk uji lentur dan silinder 15×30 cm untuk uji tekan, dengan pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat kasar memiliki nilai abrasi 23,10% dan nilai penyerapan yang masih memenuhi spesifikasi teknis. Komposisi campuran optimum per m³ beton terdiri atas semen 396 kg, air 190 liter, agregat kasar 1288 kg, dan agregat halus 526 kg, dengan nilai slump rata-rata 8,25 cm sesuai dengan rencana 7,5–10 cm. Nilai kuat lentur rata-rata mencapai 3,67 MPa pada umur 7 hari dan meningkat menjadi 4,55 MPa pada umur 28 hari. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa material Quarry Pematang Sapang memenuhi persyaratan teknis untuk perkerasan beton FS 45.
Copyrights © 2026