Prevalensi kasus HIV pada remaja pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.700 kasus dan dipengaruhi oleh perilaku berisiko serta rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penularan dan pencegahan penyakit tersebut, sehingga diperlukan strategi edukasi kesehatan yang efektif melalui media yang menarik seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan reproduksi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test without control. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 5 Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah diuji kelayakannya, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,97 dan meningkat menjadi 20,80 setelah pemberian intervensi video. Analisis statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Oleh karena itu, program edukasi berbasis video direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di sekolah sebagai upaya promotif dan preventif guna memperkuat pemahaman, sikap, serta kesiapsiagaan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026