Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, kader Jumantik, staf puskesmas, serta mahasiswa KKN. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil survei pada 37 rumah menunjukkan bahwa 43,2% ditemukan jentik nyamuk, sedangkan 56,8% bebas dari jentik. Sebanyak 83,8% rumah telah memiliki jamban, namun kondisi penampungan air seperti bak mandi dan drum terbuka masih menjadi faktor utama perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Data kasus DBD juga menunjukkan peningkatan dari 3 kasus pada tahun 2024 menjadi 6 kasus pada tahun 2025, termasuk satu kasus kematian. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun program Jumantik telah berjalan lama, efektivitasnya belum optimal karena keterbatasan kader, sarana pendukung, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam penerapan 3M. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kader, penyediaan sarana seperti larvasida, sosialisasi yang lebih intensif, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas pencegahan DBD di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025