Latar belakang: Cakupan akses terhadap fasilitas sanitasi di Kabupaten Lebong tahun 2023 sebesar 55,62%. Angka ini merupakan persentase cakupan terendah di Provinsi Bengkulu dan belum memenuhi target 100% akses sanitasi layak sebagaimana tercantum dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-6. Sementara itu, akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak dapat mengurangi risiko diare sebesar 30–40%. Kondisi ini menunjukkan adanya disparitas antara kebijakan sanitasi yang ada dan penerapannya pada tingkat rumah tangga. Studi ini diarahkan untuk menganalisis keterkaitan antara peran petugas lapangan serta tingkat kesejahteraan keluarga dengan kepemilikan fasilitas jamban sehat di wilayah Kabupaten Lebong.Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan memanfaatkan data sekunder serta desain potong lintang (cross-sectional). Variabel yang dianalisis meliputi peran petugas lapangan, tingkat kesejahteraan keluarga, dan kepemilikan jamban sehat. Pelaksanaan studi berlangsung pada bulan Agustus hingga September 2025 dengan populasi analisis berupa data keluarga di Kabupaten Lebong sebanyak 17.922 keluarga. Data tersebut diperoleh melalui proses pembersihan (data cleaning) hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada tahun 2024. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi untuk masing-masing variabel, serta analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Uji univariat memperlihatkan bahwa mayoritas keluarga, yaitu sebesar 65,9%, belum memperoleh pendampingan dari petugas kesehatan dalam aspek sanitasi. Selain itu, lebih dari separuh responden (52,4%) berada pada kategori pra-sejahtera, dan sebanyak 14,9% keluarga masih menggunakan fasilitas jamban yang belum memenuhi kriteria kesehatan. Selanjutnya, hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara peran petugas dengan kepemilikan jamban sehat, dengan nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 1,315 (95% CI: 1,216–1,423). Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara tingkat kesejahteraan keluarga dan kepemilikan jamban, dengan nilai PR sebesar 2,046 (95% CI: 1,895–2,210).Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara peran petugas dan tingkat kesejahteraan keluarga terhadap kepemilikan jamban sehat di Kabupaten Lebong. ABSTRACT The Correlation between Officer Role and Family Welfare Level toward the Ownership of Healthy Toilet in Lebong RegencyBackground: In 2023, sanitation facility coverage in Lebong Regency reached only 55.62%, representing the lowest achievement among regencies in Bengkulu Province and remaining far below the target of universal access to proper sanitation as outlined in the sixth Sustainable Development Goal (SDG 6). Adequate sanitation access is known to reduce the risk of diarrheal disease by approximately 30–40%. However, this condition reflects a gap between the availability of sanitation infrastructure and its actual utilization at the household level. Therefore, this study aimed to examine the association between the role of health officers and family welfare status with the ownership of healthy toilets in Lebong Regency.Method: This study employed an analytical quantitative approach using secondary data with a cross-sectional design. The variables analyzed included the role of health officers, family welfare status, and ownership of healthy toilets. The study was conducted from August to September 2025, involving an analytical population of 17,922 families in Lebong Regency. The data were obtained through a data-cleaning process of the 2024 Family Data Updating Program conducted by the Bengkulu Province Representative Office of BKKBN. Data analysis consisted of univariate analysis using frequency distributions for each variable and bivariate analysis using the Chi-Square test.Results: The univariate analysis indicated that the majority of families (65.9%) had not received sanitation-related counseling from health officers. In addition, most households (52.4%) were classified as pre-prosperous, and 14.9% still relied on toilets that did not meet health standards. The bivariate analysis revealed a statistically significant association between the role of health officers and healthy toilet ownership, with a Prevalence Ratio (PR) of 1.315 (95% CI: 1.216–1.423). A significant relationship was also found between family welfare status and toilet ownership, with a PR of 2.046 (95% CI: 1.895–2.210).Conclusion: There is a significance correlation between officer role and family welfare toward the ownership of healthy toilet in Lebong Regency.
Copyrights © 2026