Surakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), namun belum didukung oleh fasilitas khusus yang representatif. Penelitian ini bertujuan merancang Surakarta Convention Center dengan pendekatan Arsitektur Cubism sebagai solusi kebutuhan ruang MICE berskala nasional hingga internasional. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis tapak, analisis aktivitas, serta analisis bentuk dan sistem bangunan yang kemudian ditransformasikan ke dalam konsep desain. Hasil perancangan menunjukkan penerapan prinsip Arsitektur Cubism melalui komposisi bentuk geometris, penggunaan material transparan, serta optimalisasi pencahayaan alami yang membentuk kesatuan ruang. Desain ini menghasilkan tata massa dan zonasi yang responsif terhadap kebisingan, sirkulasi, dan orientasi matahari, sehingga mendukung fungsi konvensi dan pameran secara optimal.
Copyrights © 2025