Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa melalui tiga tahap, sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing, saat penerapan dengan bantuan media mystery box, dan setelah penerapan pada Kelas VII E di SMP Negeri 2 Waingapu. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 32 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data merupakan aspek krusial dalam penelitian, dimana data yang akurat dan lengkap sangat mempengaruhi hasil penelitian. Untuk mendapatkan data, digunakan dua metode pengumpulan yaitu instrumen tes dan instrumen non-tes yang menargetkan aspek kognitif dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam ranah kognitif dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Pada ranah kognitif, skor pra-siklus adalah 15,63% yang meningkat menjadi 40,62% di Siklus I dan mencapai skor akhir 56,25%. Hal ini berlanjut ke Siklus II dengan skor mencapai 75%, mencerminkan peningkatan sebesar 90,63% dari pra-siklus menuju Siklus II. Untuk ranah afektif, skor pra-siklus tercatat 34% dalam Siklus I terjadi peningkatan sebesar 13%, dengan skor akhir mencapai 47%, sementara Siklus II menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan skor akhir 54%, menghasilkan skor akhir 88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing yang didukung oleh media mystery box dan dilengkapi dengan LKPD word search efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 2 Waingapu pada topik Tata Surya.
Copyrights © 2025