Hutan memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan manusia. Namun, aktivitas perambahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah menyebabkan kerusakan ekologis dan sosial yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena perambahan hutan di TNTN dari perspektif teori viktimisasi struktural, dengan meninjau dimensi sosial, ekonomi, dan hukum yang melatarbelakanginya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perambahan tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh kelompok sosial dan aktor lokal yang memiliki kepentingan ekonomi. Faktor utama penyebab perambahan adalah tekanan ekonomi, ketimpangan sosial, lemahnya penegakan hukum, dan tumpang tindih kebijakan pemerintah. Dampak yang ditimbulkan mencakup degradasi lingkungan, hilangnya habitat satwa langka, serta konflik sosial di masyarakat sekitar kawasan hutan. Upaya penanggulangan harus dilakukan secara integratif, melalui penguatan hukum, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesadaran ekologis. Pendekatan keadilan sosial dan ekologis diperlukan untuk menciptakan tata kelola hutan yang berkelanjutan dan mencegah terulangnya kejahatan lingkungan di Provinsi Riau.
Copyrights © 2026