Pengendalian persediaan merupakan aspek krusial dalam operasional usaha, terutama yang menggunakan bahan baku mudah rusak (perishable raw materials) seperti produk pertanian. UMKM Bolu Pisang Ibu Onih menggunakan bahan baku pisang ambon lumut yang mudah busuk, dan dalam operasionalnya, UMKM ini pernah mengalami kerugian akibat persediaan yang berlebih dan membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan dan frekuensi pemesanan bahan baku pisang ambon lumut yang optimal untuk meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode yang digunakan adalah model Economic Order Quantity (EOQ) yang dimodifikasi untuk produk mudah rusak (EOQ Perishable), disertai dengan perhitungan Safety Stock (SS), berdasarkan data operasional selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model EOQ, jumlah persediaan optimal adalah 371 kg per pemesanan, frekuensi pemesanan sebanyak 91 kali per tahun, dan jumlah persediaan pengaman (Safety Stock) yang dibutuhkan adalah 285 kg. Penerapan model EOQ ini terbukti dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar Rp 3.761.468.
Copyrights © 2026