Indonesia terus mengekspor produk pertanian dalam bentuk segar, yang mengakibatkan harga jual rendah dan ketidakmampuan untuk bersaing dengan produk olahan yang memiliki nilai pasar lebih tinggi. Kondisi ini juga diamati pada kasus ubi jalar, yang sebagian besar diekspor dalam keadaan segar, sehingga menyebabkan nilai pasar rendah dan memengaruhi daya saing komoditas ini. Jawa Barat merupakan pusat produksi utama ubi jalar, khususnya varietas Cilembu, yang diproduksi di Kabupaten Sumedang. Pemasaran ubi jalar Cilembu tidak terbatas pada pasar domestik, karena juga diekspor ke negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, dan Singapura, meskipun dalam bentuk segar. Mengingat potensi ubi jalar Cilembu, penting untuk menganalisis daya saing dan dampak kebijakan pemerintah terhadap budidaya komoditas ini di Kabupaten Sumedang. Metode penentuan lokasi dilakukan secara sengaja, dan analisis data dilakukan menggunakan Matriks Analisis Kebijakan (PAM) dan analisis sensitivitas. Budidaya ubi jalar Cilembu di Kabupaten Sumedang terbukti menguntungkan secara finansial dan ekonomi, serta menunjukkan daya saing baik dalam hal keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif.
Copyrights © 2026