Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pengembangan desa partisipatif dalam konteks agrowisata tembakau berkelanjutan di Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Desa Banyuresmi memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi pada komoditas tembakau, namun dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain permasalahan budidaya dan pascapanen tembakau, pengelolaan limbah pertanian, keterbatasan pengembangan potensi wisata alam, serta risiko bencana tanah longsor akibat kondisi topografi wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan perangkat desa serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan melalui identifikasi permasalahan, pemetaan pemangku kepentingan, dan perumusan strategi pengembangan berbasis partisipasi masyarakat dengan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa partisipatif memerlukan integrasi peran pemangku kepentingan utama, terutama pemerintah desa dan kelompok tani, dalam pengelolaan pertanian tembakau berkelanjutan, mitigasi risiko lingkungan, serta pengembangan agrowisata lokal.
Copyrights © 2026