Dewasa awal merupakan fase perkembangan penting di mana hubungan romantis berperan besar dalam pembentukan identitas. Hubungan romantis berperan signifikan dalam perkembangan individu dan dapat menjadi sumber kebahagiaan, tetapi juga dapat berdampak negatif tergantung kualitasnya. Namun, hubungan tanpa status, hubungan yang ditandai dengan ketidakpastian dan kurangnya komitmen, semakin umum dan menimbulkan tantangan emosional yang unik. Self-compassion (welas asih diri) memiliki peran untuk individu yang menjalani hubungan tanpa status. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan insecure attachment (keterikatan tidak aman) terhadap self-compassion. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian menemukan bahwa dukungan sosial dan insecure attachment secara signifikan berpengaruh terhadap self-compassion pada dewasa awal yang menjalani hubungan tanpa status. Hasil secara parsial menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif secara signifikan, sementara insecure attachment berpengaruh negative terhadap self-compassion. Berdasarkan temuan tersebut, hal ini menguatkan pentingnya tingginya dukungan sosial dan secure attachment untuk mencapai self-compassion.
Copyrights © 2025