Penggunaan suplemen kesehatan secara tidak rasional berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan, terutama apabila dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga medis. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga, termasuk dalam pemilihan dan penggunaan suplemen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga mengenai penggunaan suplemen kesehatan di Desa Gedongan RT 01 RW 05. Desain penelitian bersifat deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner tertutup, melibatkan 49 responden ibu rumah tangga berusia 20–55 tahun pada periode September–Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang (55,1%), disusul pengetahuan tinggi sebesar 24,5% dan rendah 20,4%. Aspek pengetahuan yang sudah baik mencakup pemahaman mengenai fungsi suplemen sebagai pelengkap makanan (83,7%), manfaat vitamin C bagi daya tahan tubuh (85,7%), serta risiko akibat konsumsi berlebihan (81,6%). Meski demikian, terdapat kekurangan pemahaman pada aspek penyimpanan (40,8%), aturan pemakaian (32,7%), dan suplemen alami (53,1%). Selain itu, masih ada kesalahpahaman terkait multivitamin yang dianggap mampu mencegah dan mengobati penyakit, meskipun 69,4% responden menyadari bahwa hal tersebut tidak benar. Penelitian ini menyimpulkan perlunya intervensi edukasi yang menyeluruh dan berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga mengenai penggunaan suplemen kesehatan yang aman, rasional, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Copyrights © 2025