Pertanian organik memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan. Nagari Guguak Hilir, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik berbasis masyarakat. Namun, pemasaran hasil pertanian organik masih didominasi pola konvensional dan terbatas pada pasar lokal, sehingga jangkauan pasar dan nilai jual produk belum optimal. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pemanfaatan teknologi informasi, meskipun sebagian besar petani telah memiliki perangkat smartphone. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran hasil pertanian organik melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis smartphone, dengan fokus pada pengelolaan media sosial dan Google Business Profile. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan difokuskan pada pembuatan konten promosi sederhana, pengelolaan profil usaha digital, serta pemahaman dasar mengenai keamanan informasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital dan keterampilan pemasaran petani. Peserta mampu memanfaatkan smartphone untuk promosi produk dan mengelola Google Business Profile sehingga visibilitas usaha pertanian organik meningkat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemasaran digital berbasis smartphone merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan pertanian organik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Copyrights © 2026