Penelitian ini mengkaji dinamika sosial komunitas marginal dalam drama Satu Cacat Semua Cacat melalui pendekatan sosiologi sastra. Karya sastra dipahami sebagai refleksi realitas sosial yang merepresentasikan kehidupan manusia, khususnya kelompok masyarakat bawah. Drama ini menggambarkan kehidupan anak jalanan di Jakarta yang hidup dalam kondisi marjinal, disertai persoalan kemiskinan, disabilitas, relasi kekuasaan, dan tindakan anarkisme. Dinamika sosial tampak melalui pola interaksi antartokoh, konflik, serta lemahnya solidaritas sosial dalam komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik observasi, intisari dokumen, dan rekaman pementasan. Data dianalisis dengan menyimak dialog dan tindakan tokoh untuk memahami tindakan sosial yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama Satu Cacat Semua Cacat merepresentasikan dinamika sosial komunitas marginal, konstruksi identitas individu dan kelompok, serta ketegangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat perkotaan.
Copyrights © 2026