Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses semiotik siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam melakukan generalisasi pola bilangan melalui konteks budaya Sunda gamelan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek tiga orang siswa SMP yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah pola bilangan berbasis gamelan Sunda, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan perspektif semiotik Peirce yang meliputi komponen representamen, mathematical object, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua siswa mampu memenuhi ketiga komponen semiotik, sehingga dikategorikan sebagai siswa dengan proses semiotik utuh, yang ditandai dengan kemampuan mengaitkan pola tabuhan gamelan dengan representasi simbolik serta menggeneralisasikannya ke dalam bentuk rumus pola bilangan. Sementara itu, satu siswa hanya memenuhi komponen representamen dan mathematical object tanpa menghasilkan interpretant secara bermakna, sehingga dikategorikan sebagai siswa dengan proses semiotik parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa generalisasi pola bilangan yang bermakna memerlukan proses semiotik yang utuh serta dukungan pembelajaran yang mendorong pemaknaan konseptual melalui konteks budaya.
Copyrights © 2026