Aktifitas operasi penangkapan ikan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Aspek keselamatan kerja di atas kapal sangat perlu diperhatikan oleh nelayan saat melakukan operasi penangkapan ikan. Permasalahan yang sering ditemukan adalah kondisi nelayan yang masih belum mengindahkan aspek K3 seperti yang ditemukan di Kabupaten Pangandaran. Kelalaian tidak memerhatikan aspek K3 saat operasi penangkapan ikan dapat mengakibatkan terluka hingga hilangnya nyawa. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap berbagai jenis alat keselamatan kerja beserta fungsinya, dan juga penerapannya sebagai penanggulangan kejadian kecelakaan kerja dalam menunjang aspek keselamatan yang sesuai dengan panduan FAO tentang CCRF. Kegiatan ini dilakukan pada 2 tempat di Kabupaten Pangandaran dengan aktifitas perikanan tangkap yang tinggi. Metode pengabdian diawali dengan melakukan survei terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan melakukan simulasi. Berdasarkan hasil survei pada umumnya nelayan belum membawa alat kesalamatan ke atas kapal. Selain itu, hasil pre & post-test menunjukkan bahwa responden di 2 lokasi tersebut memiliki peningkatan pemahaman mengenai K3. Selain itu, simulasi penggunaan life jacket juga prosedur meninggalkan kapal yang dilakukan pada setiap akhir sesi untuk memberikan pemahaman pengelolaan kondisi darurat yang lebih baik.
Copyrights © 2026