Ketergantungan pada pupuk kimia dan pengelolaan limbah organik yang kurang optimal menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kelompok nelayan dan peternak di Desa Karangjaladri, Kabupaten Pangandaran, dalam mengonversi limbah peternakan, perikanan, dan rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Metode yang digunakan adalah Action Research melalui pendekatan edukatif, partisipatif, serta demonstrasi plot (demplot) yang melibatkan 20 peserta. Proses pembuatan POC memanfaatkan bahan lokal seperti limbah dapur, kotoran ternak, molase, dan bioaktivator EM4 dengan metode fermentasi anaerob. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan teknis peserta, di mana 100% peserta menyatakan minat untuk memproduksi POC secara mandiri. Penambahan starter EM4 berhasil mempercepat proses fermentasi dari 90 hari menjadi 21 hari dengan karakteristik produk akhir berwarna kecokelatan dan beraroma khas fermentasi. Program ini berhasil menginisiasi perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan limbah secara produktif untuk mendukung kemandirian pangan dan mitigasi dampak lingkungan. Pendampingan berkelanjutan, pelatihan lanjutan terkait aplikasi dan dosis POC, dan pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) di perlukan untuk memastikan dampak program dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026