Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FITOPLANKTON DAN SIKLUS KARBON GLOBAL Mochamad Ramdhan Firdaus; Lady Ayu Sri Wijayanti
OSEANA Vol 44 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oseana.2019.Vol.44No.2.39

Abstract

PHYTOPLANKTON AND GLOBAL CARBON CYCLE. Scientists around the world believe that phytoplankton, although microscopic, have a large role in the global carbon cycle. Various research results show that the net primary productivity of all phytoplankton in the sea is almost as large as the net primary productivity of all plants on land. Phytoplankton through the process of photosynthesis absorbs 40-50 PgC / year from the atmosphere. Also, phytoplankton is known to be responsible for transporting carbon from the atmosphere to the seafloor through the carbon biological pump mechanism. Phytoplankton from the coccolithophores group is known to play a role in the sequestration of carbon on the seabed through the carbonate pump mechanism. The mechanism is capable of sequestering carbon for thousands of years on the seabed in the form of sedimentary rocks (limestone).
Vertical and Horizontal Variability of Chlorophyll-a and Its Relationship with Environmental Parameters in the Waters of Sangihe and Talaud Islands, North Sulawesi, Indonesia Firdaus, Mochamad Ramdhan; Rachman, Arief; Fitriya, Nurul; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Rozirwan, Rozirwan; Purwandana, Adi; Prayitno, Hanif Budi; Alfiansyah, Yustian Rovi; Sianturi, Oksto Ridho; Sugeha, Hagi Yulia
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 1 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.1.119-132

Abstract

The chlorophyll-a is an important biological parameter that could act as a proxy to indicate the abundance of phytoplankton and the primary productivity of an aquatic ecosystem. This paper investigates the vertical and horizontal variability of chlorophyll-a in the waters of Sangihe and Talaud Islands, Indonesia, and its correlation with water environmental parameters. In this study, the distribution of chlorophyll-a, temperature, salinity, and nutrients (NO3 and PO4) from the surface to a depth of 200 m (photic zone) was measured at 29 research stations. The results showed that the distribution of chlorophyll-a in the waters of the Sangihe-Talaud Islands was varied vertically and horizontally. The waters around the Sangihe Islands generally exhibited a higher chlorophyll-a distribution and shallower Deep Chlorophyll Maxima compared to the water around the Talaud Islands. The concentration of chlorophyll-a varied between 0.0017 and 1.2155 mg.m-3, with most of the water column in Sangihe-Talaud considered oligotrophic, although some stations or depths were mesotrophic or slightly eutrophic. The maximum chlorophyll-a concentration was found in the sub-surface layer at depths between 46 and 101 m. The low N:P ratio (<16) and N:Si ratio (<1) indicate that the water columns of Sangihe-Talaud, up to a depth of 200m, were N-limited. Based on the GAM analysis, chlorophyll-a concentration in Sangihe-Talaud waters was primarily regulated by temperature, salinity, and the N:P ratio, with weak influence from phosphate and the N:Si ratio. The analysis also suggests that primary productivity in Sangihe-Talaud is sensitive to temperature changes, indicating its vulnerability to future warming events.
Komposisi dan Diversitas Hasil Tangkapan Pancing Ulur di Pulau Panggang Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Khoerunnisa, Nurani; Ayu Sri Wijayanti, Lady; Budi Pratama, Gilar; Dzulpikah Darojat, Hanif
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4192

Abstract

Nelayan di Pulau Panggang dan Kepulauan Seribu sering melakukan operasi penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur. Penangkapan ikan dengan pancing ulur dinilai efektif dalam menangkap ikan karena ramah lingkungan. Namun demikian, penelitian yang menyatakan seberapa selektifnya alat tangkap ini dengan menunjukkan komposisi dan indeks keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur masih sedikit. Kurangnya penelitian ini mengakibatkan kekurangan data sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menghitung komposisi spesies hasil tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menghitung komposisi jenis tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Alat tangkap pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu berhasil menangkap 10 jenis ikan pelagis dan demersal, yaitu tenggiri (Scomberomorus commerson), layaran (Istiophorus sp), tongkol (Auxis thazard), lemadang (Coryphaena hippurus), cendro (Tylosurus crocodilus), cucut (Rhizoprionodon acutus), dan ikan gabus (Channa striata). Sementara itu, ikan demersal yang cenderung hidup di dasar laut terdiri dari ikan kakap (Lutjanus argentimaculatus), lencam (Lethrinus sp), dan ikan kerapu (Ephinepelus sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan tenggiri (33%), sedangkan ikan budun merupakan jenis ikan yang paling sedikit tertangkap (1%). Indeks keanekaragaman menghasilkan nilai H' = 1,96, artinya keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang termasuk dalam kategori sedang. Nilai ini menunjukkan bahwa keanekaragaman alat tangkap tergolong tinggi, tetapi selektivitasnya tergolong rendah.
Food Habits of Green Lobster (Panulirus Homarus) Fed with Calcium- and Phosphorus-Rich Feed Observed Using Artificial Intelligence “Smart Lobster-Culture” Rostika, Rita; Haetami, Kiki; Khan, Alexander; Pasaribu, Buntora; C.U, M. Ikhsan; Ayu Sri Wijayanti, Lady
Journal of Social Research Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i3.2464

Abstract

This study aims to investigate the food habits of green lobsters (Panulirus Homarus) when fed with natural feed rich in calcium and phosphorus, and to assess their growth performance, survival rate, and water quality in relation to different feeding treatments. The research was conducted in 2024 at the Marine Station of Pangandaran University, located in Pangandaran Regency. The study utilized a Complete Random Design (RAL) with four different feeding treatments over 6 x 10 days: A (80% anchovy feeding), B (100% anchovy feeding), C (80% rebon feeding), and D (100% rebon feeding). The parameters observed include Growth Rate based on Length (LPP) and Weight (LPB), Survival Rate (SR), and Water Quality. Additionally, natural feed habits were monitored using the AI Smart Lobster Culture version 1. The results showed that lobsters fed with 100% anchovy and rebon (treatments B and D) exhibited the highest weight increase, with values of 61.4 and 65.1, respectively, while treatments A and C showed no significant differences. The Survival Rate (SR) across all treatments (A, B, C, and D) was excellent, with an SR of 96%. The findings indicate that both anchovy and rebon, rich in calcium and phosphorus, are effective in supporting lobster growth and survival. In conclusion, this study demonstrates that feeding green lobsters with 100% calcium and phosphorus-rich feed, such as anchovies and rebon, promotes optimal growth and survival, highlighting the importance of feed composition in lobster culture.
Mengurangi Jejak Sampah Laut melalui Aksi Bersih Pantai: Inisiatif Lokal di Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Akbarsyah, Nora; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pasaribu, Buntora; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60374

Abstract

Aksi bersih pantai merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi dampak sampah laut yang mengancam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat. Program ini dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai destinasi wisata penting. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan dalam program kegiatan ini adalah observasi, deskriptif, dan partisipatif. Subjek penelitian pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pengelola Pantai Teluk Penyu, para penggiat wisata di sekitar Pantai Teluk Penyu, para mahasiswa dan civitas akademik Prodi Perikanan Laut Tropis, PSDKU Unpad, Pangandaran. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini berhasil mengumpulkan 16,651 kilogram sampah dalam satu hari. Selain kegiatan pembersihan, edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa pengurangan volume sampah di pesisir, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, dan penguatan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah laut terpadu yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk mengatasi tantangan pencemaran laut secara efektif.
Penggunaan Tepung Ulva (Ulva Lactuca) dan Tepung Ekstrak Enzim Kasar Papain sebagai Bahan Baku Tambahan bagi Pakan Benih Ikan Lele (Clarias Sp.) Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Khoerunnisa, Nurani; Wijayanti, Lady Ayu Sri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung Ulva (Ulva lactuca) dan tepung Ekstrak Enzim Kasar Papain sebagai feed additive pada pakan benih ikan lele (Clarias sp.) terhadap kinerja pertumbuhan, FCR, dan tingkat kelangsungan hidup. Parameter yang dianalisis meliputi Laju Pertumbuhan Harian (LPH), Specific Growth Rate (SGR) berdasarkan bobot (SGR W) dan panjang (SGR L), Feed Conversion Ratio (FCR), serta Survival Rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Ulva dan tepung ekstrak enzim kasar papain memberikan peningkatan signifikan dibandingkan kontrol. Nilai LPH masing-masing adalah 1,58% (kontrol), 2,59% (tepung Ulva), dan 2,55% (tepung EEK Papain). SGR W tercatat sebesar 0,20 (kontrol), 0,30 (tepung Ulva), dan 0,31 (tepung EEK Papain), sedangkan SGR L sebesar 0,08 (kontrol), 0,13 (tepung Ulva), dan 0,12 (tepung EEK Papain). FCR juga menunjukkan perbaikan dengan nilai 1,36 (kontrol), 0,82 (tepung Ulva), dan 0,84 (tepung EEK Papain). Namun, SR mengalami variasi dengan hasil 80% (kontrol), 30% (tepung Ulva), dan 70% (tepung EEK Papain). Dari hasil tersebut, tepung Ulva dan tepung eksrak enzim kasar papain terbukti memiliki potensi sebagai feed additive dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan lele. Namun, penurunan SR terutama pada perlakuan tepung Ulva memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami penyebabnya.
Makrozoobentos Muara Bojong Salawe: Mengungkap Komposisi Genus dan Hubungannya dengan Ekosistem Perairan Wijayanti, Lady Ayu Sri; Herawati, Heti; Sahidin, Asep; Pratama, Gilar Budi; Maharani, Tri Annisa; Harlina, Adinda Tri; Sari, Elviana Dian Mustika; Fortuna, Resyh Indy; Nugraha, Tito Aria; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6968

Abstract

Makrozoobentos berperan penting dalam siklus nutrisi perairan dan menjadi indikator kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Muara Bojong Salawe dan kemudian mengkaji kaitannya dengan kondisi lingkungan. Untuk pertama kalinya, penelitian ini dilakukan di Muara Bojong Salawe, Pangandaran, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024, dengan membagi 4 stasiun penelitian. Stasiun I terletak di jalur pelayaran kapal nelayan dengan substrat pecahan karang berpasir. Stasiun II di daerah padat mangrove dengan substrat berlumpur. Stasiun III berada di area bersandar kapal nelayan dengan substrat berpasir. Stasiun IV dekat restoran/pemukiman dengan substrat lumpur berpasir. Sampel makrozoobentos diambil dengan menggunakan metode plot 1 x 1 m dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan rona lingkungan. Analisis yang dilakukan meliputi indeks ekologi (kelimpahan, keragaman, dominansi, dan kemerataan) dan analisis statistik (analisis klastering dan Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian mencatat bahwa parameter lingkungan di keempat stasiun mencakup suhu perairan berkisar antara 28,8°C-29,7°C, salinitas berkisar antara 19-21 ppt, pH berkisar antara 7,2-7,9, dan Dissolved oxygen (DO) berkisar antara 5,8-7,4 mg L-1. Indeks ekologi yang mencakup kepadatan total dan nilai dominansi makrozoobentos tertinggi ditemukan pada Stasiun II (200 individu/m²; 0,33). Namun, sebaliknya, indeks keragaman dan kemerataan terendah, tercatat pada Stasiun II (1,46; 0,54). Ditemukan empat genus makrozoobentos dengan kepadatan tertinggi yaitu Cerithium, Pagurus, Faunus, dan Cerithideopsilla. Hasil analisis PCA menunjukan bahwa faktor salinitas dan DO menjadi faktor yang paling memengaruhi struktur komunitas makrozoobentos di lokasi penelitian.
Composition and Diversity of Trammel net Catches Landed at PPI Cikidang, Pangandaran Pratama, Gilar Budi; Baihaqi, Faqih; Sri Wijayanti, Lady Ayu; Muhyun, Ainun Apriliyani
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i1.11834

Abstract

Fishing activities are one of the main economic supports for coastal communities in Pangandaran, especially at the Cikidang Fish Landing Base (PPI Cikidang). Trammel nets are widely used, but the impact on the composition and diversity of the catch is not well understood. This study aims to analyze the dynamics of production, CPUE (Catch per Unit Effort) values, composition, and diversity of trammel net catches from 2019 to 2021. Secondary data from PPI Cikidang were analyzed descriptively and quantitatively, using trend graphs, frequency distribution, CPUE, and the Shannon-Wiener diversity index (H'). The results showed that production and fishing efforts fluctuated seasonally, peaking in mid- to late years. The highest CPUE value occurred in October 2020 at 39.19 kg/trip, while the lowest value was recorded in April 2021 at 14.17 kg/trip. The catch composition was dominated by shrimp, particularly Dogol Shrimp (Metapenaeus monoceros), which increased from 50.61% (2019) to 60.55% (2021). The diversity index showed a decline from 1.50 (2019) to 1.08 (2021), indicating the dominance of certain species and the potential decline in ecosystem stability. These findings highlight the importance of sustainable management of trammel net fishing gear to prevent negative impacts on marine biodiversity in the area
Analisis Pertumbuhan Lobster Pasir (Panulirus homarus) dengan Jenis Pakan dan Kedalaman Berbeda Menggunakan Metode Kerangkeng Ala Vietnam Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Rostika, Rita; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Cahya, Muhamad Dwi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.302

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai jenis pakan dan kedalaman berpengaruh terhadap pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus). Studi dilakukan selama 60 hari dengan kerangkeng berdiameter 80 cm dan tinggi 90 cm yang diisi dengan sepuluh ekor benih lobster. Sebanyak 20% dari berat tubuh lobster diberi makan dua kali sehari. Pertumbuhan berat mutIak, Iaju pertumbuhan harian (LPH), rasio konversi pakan (FCR), mortalitas, dan efisiensi pemberian pakan (EPP) adalah semua indikator yang diamati. Pengumpulan sampel dilakukan setiap sepuluh hari untuk mengamati perkembangan, dan secara berkala dilakukan pengukuran kualitas air untuk mengukur salinitas, pH, suhu, dan oksigen terIarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C, yang dilakukan pada kedalaman 5 meter dengan pakan ikan rucah, menunjukkan peningkatan bobot mutlak 51,67 g, LPH 1,74%, FCR 6,51, dan EPP 15,42%. Hasil penelitian ini adalah bahwa jenis pakan dan kedalaman lobster berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhannya, dan kualitas air yang baik juga membantu kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster. Untuk mengurangi stres selama molting, disarankan untuk menambah tempat persembunyian di dalam kerangkeng.
CONSUMPTION OF NATURAL FEED RICH IN CALCIUM AND PHOSPHORUS ON GROWTH, INTESTINAL CONDITION, AND HEPATOPANCREAS OF SAND LOBSTER (Panulirus homarus) IN PANGANDARAN REGENCY Rostika, Rita; Haetami, Kiki; Andikawati, Aulia; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Maulida, Yulvina; Triyani, Dina Amalia
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.2.230-239

Abstract

This study aims to investigate the stimulatory effects of natural feed with calcium and phosphorus supplementation on growth and survival via physiological poses of hepatopancreas and intestine in sand lobster (Panulirus homarus). A trial was done with three types of natural feed of shell rich in calcium and phosphorus for lobsters weighing 80 g (initial weight), and that contained different mineral values: shrimp (Acetes), with calcium/phosphorus content (mg/mg) of 757/292, anchovy (Stolephorus sp) with 500/500, and golden apple snail (Pomacea canaliculata) with 129/60. This study was conducted from October 2023 to December 2023 at the KJA of the Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Padjadjaran, located on the East Coast of Pangandaran Regency. The parameters measured were survival, growth, histological health of the hepatopancreas and the intestine of the sand lobsters, and water quality. The results showed the highest survival of lobsters in the treatment fed by shrimp at 96%, and the highest specific growth rate of lobsters was found in the anchovy diet at 1.90 0.5117%. Intestinal villus area of lobster was 1857.667 µm2; besides this, the histology of Hepato pancreas and intestine has been described descriptively. Water quality parameters in the research site varied as depth-visibility was from 3.1 m, temperatures of 27 to 29°C, dissolved oxygen was 6.4 to 8.8 mg/L, pH range was 7 to 8, and the salinity range was 34 to 35 ppt