Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam upaya pencegahan tindakan kekerasan di MAN 2 Kabupaten Gorontalo. Kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan fenomena yang mengancam terciptanya atmosfer pembelajaran yang aman dan kondusif. Guru PAI memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru PAI mata pelajaran Akidah Akhlak dan Al-Quran Hadis, serta peserta didik MAN 2 Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai fasilitator dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif; sebagai pembimbing melalui pembinaan akhlak berkelanjutan; sebagai evaluator dengan memantau perilaku peserta didik; dan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik secara dialogis. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran guru PAI meliputi kompetensi dan profesionalisme guru, dukungan kebijakan sekolah, keteladanan sikap guru, metode pembelajaran yang komunikatif, serta pemahaman terhadap karakter beragam peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pencegahan kekerasan berbasis nilai-nilai agama di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026