Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh variabel makroekonomi, khususnya nilai tukar (Kurs) dan inflasi, terhadap kinerja saham sektor komponen otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan 2019-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda untuk membedah hubungan kausalitas antar variabel secara komprehensif, mencakup periode krisis hingga pemulihan ekonomi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan bulanan kurs tengah Rupiah/USD, tingkat inflasi nasional (CPI), dan indeks sektoral otomotif yang diperoleh dari Bank Indonesia, BPS, dan Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham sektor otomotif. Hal ini disebabkan oleh struktur biaya industri yang memiliki ketergantungan sangat tinggi pada komponen impor serta paparan risiko valuta asing yang masif pada neraca keuangan perusahaan. Sementara itu, inflasi ditemukan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan dalam jangka pendek, mengindikasikan bahwa mekanisme pasar telah melakukan antisipasi (priced-in) terhadap ekspektasi inflasi nasional dan kebijakan stabilisasi harga oleh pemerintah. Secara simultan, kedua variabel makroekonomi tersebut memberikan kontribusi signifikan dalam menjelaskan volatilitas saham sektor komponen otomotif. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi manajer portofolio dalam mitigasi risiko dan bagi pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas moneter untuk mendukung sektor manufaktur nasional.
Copyrights © 2026