Di era digital dan revolusi Industri 5.0, pembelajaran harus mengintegrasikan teknologi secara efektif dikelas. Berdasarkan observasi di UPT SDN Karangsono 02 Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa materi Bumi dan Peristiwa Alam disampaikan secara verbalistik dan monoton sehingga siswa sulit memahami konsep abstrak, kehilangan fokus, dan partisipasi rendah. Dengan demikian media kartu bencana berbasis Augmented Reality (AR) muncul sebagai inovasi yang menyajikan visualisasi interaktif, membuat konsep abstrak menjadi konkret, meningkatkan keterlibatan siswa, serta membangun literasi bencana sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi produk berdasar ahli media dan ahli materi masing-masing sebesar 88% dan 95%. Sedangkan hasil kelayakan media menunjukkan presentase 93%. Hasil uji kemenarikan produk diperoleh hasil 82%. Peningkatan Literasi bencana siswa memperoleh skor N-gain 0,73 dengan kriteria tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kartu bencana berbasis augmented reality sangat valid, sangat layak, dan sangat menarik diimplementasikan sebagai media pembelajaran yang membantu meningkatkan literasi bencana.
Copyrights © 2026