Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan media evaluasi Quizalize dan Kahoot terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran DDPK materi dokumen berbasis digital kelas X MPLB di SMK Negeri 1 Painan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen dan teknik purposive sampling, melibatkan kelas X MPLB 1 sebagai kelas Quizalize dan X MPLB 2 sebagai kelas Kahoot. Instrumen penelitian berupa soal objektif dan soal kasus. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, MANOVA, independent samples t-test, serta N-Gain. Hasil uji MANOVA menunjukkan pengaruh signifikan media evaluasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Secara parsial, uji t menunjukkan perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis (sig. 0,004 < 0,05) dan hasil belajar (sig. 0,009 < 0,05) dengan mean difference sebesar 4,504, yang menunjukkan bahwa Quizalize lebih efektif dibandingkan Kahoot. Hasil N-Gain pada kedua kelas berada pada kategori sedang. Dengan demikian, Quizalize efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan variabel lain, seperti motivasi belajar, literasi digital, atau kemandirian belajar siswa, agar pengaruh penggunaan media evaluasi digital dapat dikaji secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026