Artikel ini mengkaji kontribusi aliran filsafat pendidikan esensialisme dan rekonstruksionisme dalam proses pembentukan iman mahasiswa Pendidikan Agama Kristen (PAK). Esensialisme menempatkan nilai-nilai fundamental iman Kristen, ajaran Alkitab, serta disiplin rohani sebagai landasan utama dalam pengembangan sikap dan karakter mahasiswa. Di sisi lain, rekonstruksionisme menekankan fungsi pendidikan sebagai sarana pembaruan sosial yang mendorong mahasiswa untuk menghayati dan mewujudkan iman secara kritis dan kontekstual di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern. Melalui pendekatan kajian teoretis dan analisis reflektif, artikel ini menunjukkan bahwa perpaduan kedua pendekatan tersebut mampu membentuk iman mahasiswa PAK secara seimbang, yakni iman yang kokoh secara teologis sekaligus peka terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pembelajaran PAK di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman doktrinal, tetapi juga membentuk pribadi beriman yang bertanggung jawab, transformatif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Copyrights © 2026