Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan fungsi tari dalam ritual Makai Salih yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Koto Baru Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan alat pendukung berupa pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari dalam ritual Makai Salih memiliki beberapa fungsi utama. Pertama, fungsi ritual, yaitu sebagai media komunikasi antara manusia dengan kekuatan gaib atau roh nenek moyang dalam proses penyembuhan. Hal ini terlihat dari gerak tari yang dilakukan secara spontan, kondisi kesurupan penari, serta penggunaan properti sakral berupa daun jeluang dan bunga bungo gedang yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Kedua, fungsi sosial, yaitu sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota masyarakat melalui partisipasi bersama dalam ritual, baik sebagai pelaku, keluarga pasien, maupun penonton. Ketiga, fungsi estetis, yaitu tampak pada unsur-unsur tari seperti gerak njit, ngimbu ninek, nyembu aiy, pola lantai melingkar, iringan vokal/mantra, serta busana sederhana yang mencerminkan nilai kesakralan. Keempat, fungsi identitas budaya, yaitu sebagai simbol jati diri masyarakat Semurup yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini.
Copyrights © 2026