Bahaya laten ideologi radikal di lembaga pendidikan menjadi ancaman serius bagi harmoni masyarakat multikultural. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan ideologis melalui kurikulum yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kurikulum PAI berbasis moderasi Islam sebagai instrumen preventif radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis dokumen kurikulum dan literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI harus mencakup tiga aspek: (1) penyusunan materi PAI melalui konsep jihad dan ukhuwah secara kontekstual; (2) penerapan metodologi pembelajaran kritis dan dialog interaktif untuk menghapus prasangka; serta (3) penguatan peran guru sebagai fasilitator moderasi. Kurikulum PAI berbasis moderasi efektif sebagai vaksin ideologis yang membekali siswa dengan sikap toleran tanpa mengabaikan identitas religius, sehingga mampu menekan risiko radikalisme secara preventif di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026