Stroke non-hemoragik merupakan penyebab utama gangguan mobilitas fisik pada lansia akibat kerusakan sistem neuromuskular yang berdampak pada penurunan kekuatan otot dan keterbatasan rentang gerak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak imobilisasi adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan intervensi ROM dalam meningkatkan mobilitas fisik ekstremitas sinistra pada pasien F dengan stroke non-hemoragik di Roujinhome Inahokai Okinawa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap satu subjek lansia berusia 70 tahun dengan diagnosis keperawatan gangguan mobilitas fisik. Intervensi ROM pasif pada ekstremitas kiri dan ROM aktif pada ekstremitas kanan dilakukan selama 3×24 jam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan penilaian mobilitas menggunakan indikator SLKI. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skala 4 menjadi 2, peningkatan kelenturan sendi, serta peningkatan skor ROM dan pergerakan ekstremitas dari 1 menjadi 3, meskipun kekuatan otot masih berada pada derajat 1. Disimpulkan bahwa intervensi ROM efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kenyamanan pasien pascastroke non-hemoragik, namun peningkatan kekuatan otot memerlukan rehabilitasi jangka panjang dan kolaborasi fisioterapi.
Copyrights © 2026