Artikel ini membahas ontologi ilmu dalam perspektif Barat dan Islam dengan tujuan menelaah hakikat keberadaan, struktur realitas, serta dasar metafisik yang membentuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam kedua tradisi intelektual tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review melalui penelusuran komprehensif terhadap karya klasik, modern, dan kontemporer, serta analisis kritis terhadap gagasan para filsuf Barat seperti Plato, Aristoteles, Descartes, dan Heidegger, serta pemikir Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, dan Ibn Rushd. Hasil kajian menunjukkan bahwa ontologi Barat lebih berorientasi pada pemisahan antara dunia fisik dan metafisik, serta berfokus pada rasionalitas dan observasi empiris. Sementara itu, ontologi Islam berakar pada prinsip tauhid, memandang realitas secara holistik, dan menempatkan Tuhan sebagai sumber keberadaan dan kebenaran. Perbedaan ini memengaruhi konsep kausalitas, sifat ilmu, dan pendekatan terhadap realitas. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua perspektif dapat memperkaya pengembangan ilmu kontemporer dengan memadukan kekuatan analitis Barat dan kedalaman spiritual Islam sehingga menghasilkan paradigma keilmuan yang lebih utuh, bermakna, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Copyrights © 2026