Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.
Copyrights © 2026