Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Kesejahteraan Psikologis pada Dewasa Awal Damiyati, Adibah Nur; Puteri, Aura Ananda; Hasanah, Arsyadani; Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Azhar, Muhammad Daffa; Yazid, Kevin; Sarasati, Budi
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.366

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan elemen penting yang harus dikembangkan oleh setiap individu khususnya pada usia dewasa awal, usia ini merupakan fase yang penuh dengan tantangan, tekanan emosional, isolasi sosial, komitmen dan penyesuaian diri. Secara umum, orang dengan kesejahteraan psikologis yang baik mampu menerima diri sendiri, beserta kelebihan dan kekurangannya, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesejahteraan psikologis pada dewasa awal di Kampung X, Kecamatan Bekasi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non-probability. Jumlah responden yang berhasil dikumpulkan adalah 50 orang dewasa awal usia (20-40 tahun) dengan instrumen berupa angket yang diadaptasi dari Skala Kesejahteraan Psikologis Caroll D. Ryff –Versi sederhana dan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki yaitu (62%) dengan rentang usia terbanyak 20-25 tahun (56%). Sebanyak 72% responden memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi, sedangkan 26% berada pada kategori sedang, dan 2% pada kategori rendah. Dimensi kepercayaan diri dan orientasi masa kini menunjukkan nilai yang tertinggi, sementara stres menjadi dimensi dengan nilai terendah. Yang artinya dewasa awal di kampung X memiliki kepercayaan diri yang cukup baik dalam menghadapi berbagai situasi serta menjalani kehidupan lebih seimbang.
Psikoedukasi dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Kampung Pangarengan Kaliabang Tengah Puteri, Aura Ananda; Damiyati, Adibah Nur; Hasanah, Arsyadani; Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Azhar, Muhammad Daffa; Yazid, Kevin; Sarasati, Budi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.368

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi dari kegiatan MBKM bangun desa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Berdasarkan data populasi kesejahteraan psikologis di Indonesia cenderung rendah serta angka penggangguran di Indonesia tercatat cukup tinggi. Permasalahan susahnya ladang pekerjaan atau pekerjaan yang dianggap cocok dan layak kian menjadi masalah dan membuat menurutnya kepercayaan diri seseorang, rasa aman serta harga diri yang mencakup dalam kesejahteraan psikologis individu. Penelitian terdahulu membuktikan bahawa psikoedukasi dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan dan mengubah pola pikir masyarakat setempat, meningkatkan kesejahteraan psikologis serta potensi diri masyarakat setempat, dan membantu masyarakat setempat untuk mendapat pekerjaan yang cocok dan layak. Hasil dari pengabdian yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat memiliki tingkat kesejahteraan psikologi dan percaya diri yang tinggi.
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresi Dewasa Awal dalam Berpacaran Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.