Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi peneliti yang menemukan bahwa metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan konvensional. Berdasarkan observasi dikelas, diketahui bahwa metode yang sering digunakan adalah ceramah dan diskusi terbimbing. Guru jarang menggunakan media visual seperti peta konsep atau alat bantu lain yang mendukung pemahaman konsep sejarah secara menyeluruh. Partisipasi dan atusiasme siswa, saat pemebelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung pasif.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran peta konsep (concept mapping) terhadap kemampuan analisis siswa kelas VIII pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design, serta desain one group pretest–posttest design yang dilengkapi dengan kelas kontrol sebagai pembanding. Penelitian dilaksanakan di MTsN 2 Kota Bukittinggi yang berlokasi di Jl. Pabidikan, Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada bulan Juli hingga September 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari kelas VIII-1 sampai VIII-8 dengan jumlah 238 siswa, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan analisis yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan analisis siswa pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional mengalami penurunan nilai rata-rata dari 59,53 menjadi 51,57. Sebaliknya, kelas eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran peta konsep mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 62,80 menjadi 64,67. Selain itu, terjadi peningkatan yang signifikan pada kategori kemampuan analisis “sangat baik” di kelas eksperimen, yaitu dari 0 siswa pada pretest menjadi 6 siswa pada posttest. Hasil uji paired samples t-test pada kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi p = 0,041 < 0,05, sehingga ditolak dan diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selanjutnya, hasil uji independent samples t-test memperoleh nilai p = 0,048 < 0,05, yang menegaskan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran peta konsep berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan analisis siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Bukittinggi. Penerapan metode peta konsep terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Copyrights © 2026