Skripsi ini membahas tentang konsep kepribadian guru sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, serta menganalisis relevansinya dengan standar kompetensi guru dalam sistem pendidikan kontemporer. Posisi strategis guru dalam dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya dalam mentransfer ilmu, tetapi juga oleh kualitas kepribadian dan integritas moral mereka sebagai contoh bagi siswa. Dalam konteks ini, pemikiran klasik al-Ghazali menawarkan perspektif etis dan spiritual yang mendalam tentang guru yang ideal. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana relevansi nilai-nilai kepribadian guru yang diprakarsai oleh al-Ghazali dengan kompetensi profesional guru saat ini, khususnya di ranah kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, dan jenis penelitian perpustakaan. Sumber utama penelitian ini adalah buku Ihya Ulumuddin, serta literatur pendukung yang relevan di bidang pendidikan dan studi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali menekankan pentingnya dimensi spiritual, etika, dan moral dalam membentuk kepribadian guru. Nilai-nilai seperti keikhlasan, contoh, kepercayaan, tawadhu', dan komitmen terhadap tugas keilmuan dan pendidikan merupakan landasan utama yang sejalan dengan kompetensi kepribadian dalam standar pendidikan Islam modern. Konsep ini tidak hanya relevan, tetapi juga sangat signifikan dalam membangun karakter pendidik yang utuh dan transformatif di tengah tantangan zaman.
Copyrights © 2026