Perkembangan ekonomi digital menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki kemampuan literasi keuangan yang adaptif terhadap teknologi transaksi non-tunai. Namun, sebagian besar UMKM di Bojonegoro masih menghadapi kendala dalam memahami keamanan penggunaan QRIS dan pengelolaan keuangan yang terencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan keterampilan perencanaan keuangan bagi anggota Forum IKM Jawa Timur (FIJ) Cabang Bojonegoro melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik. Metode kegiatan meliputi asesmen awal (pre-test), penyampaian materi interaktif, simulasi penggunaan QRIS aman, pendampingan pencatatan keuangan digital, serta evaluasi akhir (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 58,3 menjadi 81,3 dengan selisih 23 poin (42,3%), dan nilai signifikansi p < 0,001 yang menandakan perbedaan signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pencatatan arus kas dan kesadaran terhadap keamanan transaksi digital. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital pelaku UMKM dan mendorong terbentuknya praktik usaha yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan di era ekonomi digital.
Copyrights © 2026