Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia adalah kehilangan gigi, yang dapat berdampak pada gangguan fungsi pengunyahan, penampilan estetik, dan kemampuan bicara. Kehilangan gigi pada kelompok lanjut usia merupakan kondisi yang umumnya berkaitan dengan proses karies gigi dan penyakit periodontal, serta dipengaruhi oleh berbagai determinan, termasuk karakteristik personal seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai studi survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian terdiri atas 2.000 lansia yang direkrut dari lima kelurahan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan memenuhi kriteria inklusi, yakni berusia ≥60 tahun, berdomisili di wilayah penelitian, memiliki kemampuan komunikasi yang memadai, serta menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai responden. Variabel terikat adalah kehilangan gigi, sedangkan variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa umur dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kehilangan gigi. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa lansia dengan usia lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami kehilangan gigi, sedangkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi berperan sebagai faktor protektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu, terutama umur dan pendidikan, merupakan faktor penting yang memengaruhi kehilangan gigi pada lansia, dengan umur sebagai determinan utama dalam kejadian tersebut.
Copyrights © 2026