Radikal bebas merupakan salah satu faktor utama penyebab stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Rasamala (Altingia excelsa Noronha) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolik, yang memiliki potensi antioksidan kuat. Namun, keterbatasan kelarutan dan bioavailabilitas ekstrak alami sering menjadi hambatan dalam pengembangan sediaan farmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan mikroemulsi ekstrak etanol kulit batang rasamala, mengevaluasi stabilitas fisiknya, serta menguji aktivitas antioksidan sediaan yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%, penapisan fitokimia, formulasi mikroemulsi dengan variasi surfaktan Tween 80, serta evaluasi karakteristik fisik berupa organoleptik, pH, viskositas, stabilitas, sentrifugasi, transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroemulsi yang diformulasikan stabil secara fisik, memiliki ukuran partikel nano (13 nm) dengan indeks polidispersitas rendah (0,134–0,199), transmitan tinggi (>96%), tidak menimbulkan iritasi kulit, serta memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 2,9–4,7 ppm. Dengan demikian, formulasi mikroemulsi ekstrak kulit batang rasamala berpotensi dikembangkan sebagai kandidat sediaan farmasi atau kosmetik dengan aktivitas antioksidan tinggi.
Copyrights © 2026