Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI, AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi. Salah satu lokasi pengabdian adalah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu di Jember, yang belum pernah mendapatkan edukasi KTD berbasis audiovisual. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual belum pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, intervensi melalui KIE dengan media audiovisual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pencegahan KTD. Adapun metode yang telah dilakukan adalah KIE dengan media audiovisual, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: 1) tahap persiapan; 2) tahap sosialisasi; 3) tahap pelaksanaan edukasi 4) Tahap evaluasi pelaksanaan edukasi 5) Tahap Tindak lanjur dan rekomendasi. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan dan sikap remaja tentang KTD. Hendaknya peran serta dinas terkait, perangkat desa, tokoh Masyarakat dan utamanya orang tua dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bencana non alam berupa KTD.
Copyrights © 2025