Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY REMAJA PADA SITUASI KESIAPSIAGAAN BENCANA SOSIAL MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE TEACH BACK : Increasing Knowledge and Self-Efficacy of Adolescents in Social Disaster Preparedness Situations Through Reproductive Health Education Using the Teach Back Method Kholifah, Siti; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2069

Abstract

Pendahuluan: Tiga Masalah Kesehatan terbesar remaja (TRIAD KRR), yakni seksualitas, HIV dan AIDS, serta Napza. masalah tersebut dapat dipicu oleh perilaku beberapa seksual berisiko yang dilakukan oleh remaja, antara lain berpacaran, berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, mencium bibir hingga melakukan senggama dan pergaulan bebas. Remaja secara pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologisnya memang rentan terjerumus ke dalam TRIAD KRR. meningkatnya kejadian masalah reproduksi remaja  bisa memicu terjadinya bencana sosial pada masyarakat. Perlu upaya edukasi untuk peningkatan pengetahuan dan self efficacy dengan menggunakan metode tech back tentang kesehatan reproduksi remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana sosial. Tujuan: Menganalisis efektifitas edukasi kesehatan reproduksi dengan metode teach back dalam peningkatan pengetahuan dan self efficacy remaha pada situasi kesiapsiagaan bencana sosial. Metode: Quasy Eksperimental dengan rancangan Pretest and Post test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di SMK 3 Muhammadiyah Ambulu Jember. Penelitian ini melibatkan 91 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa SMK yang berada di X dan XII serta belum pernah mendapatkan edukasi tentang Kesehatan reproduksi. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Pengolahan data dilakukan melalui proses pembersihan data, pemberian skor, penentuan kategori, tabulasi, dan entry data. Selanjutnya menganalisis uji statistik yaitu Wilcoxon. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil: Hasil perhitungan uji  Wilcoxon didapatkan nilai p value (Asymp.Sig 2 tailed) sebesar 0.000 dimana kurang dari 0.05 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dengan menggunakan metode teach back terhadap pengetahuan dan self efficacy remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana social. Kesimpulan: Hendaknya edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap remaja dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan lintas sektoral terutama orang tua
PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING DAN KESEHATAN IBU HAMIL SEJAK DINI DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI KELURAHAN BATARAGURU KOTA BAUBAU Gazalin, Junaid; Asiri, La; Inzana, Nur; Utami, Resti; Rahmawaty, Cendy; Selvianty, Hasti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23675

Abstract

Permasalahan stunting merupakan suatu persoalan dunia dan nasional yang perlu diperhatikan, untuk mengatasi persoalan stunting dan kesehatan Ibu, diperlukan upaya yang holistik terintegratif dan strategis, dimana Kelurahan Bataraguru di Kota baubau merupakan daerah dengan prevelensi stunting cukup tinggi, untuk itu diperlukan pendampingan dalam pemberdayaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menangani stunting dan kesehatan ibu hamil percepatan Penanggulangan Stunting dan Kesehatan Ibu Hamil Sejak Dini dengan Pendekatan Keluarga di Kelurahan Bataraguru Kota Bau-Bau. Metode pelaksanaan program ini meliputi Pendataan pengukuran status kesehatan dan Gizi, pengarahan, dan dialog interaktif kepada masyarakat Kelurahan Bataraguru. Hasil kegiatan dilakukan yaitu pemeriksaan status kesehatan anak, ibu hamil dan orang yang beresiko, juga memberikan pengetahuan pada calon pengantin (CATIN) dan perhatian lebih pada keluarga berencana (KB). beberapa data mengenai balita dan bayi di bawah dua tahun yang beresiko atau terkena stunting, selain itu sosialisasi dan edukasijuga dilaksanakan memahamkan kepada masyarakat tentang stunting dan dampaknya terhadap anak-anak. Dampak dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman bagi masyarakat tentang stunting serta pencegahanya dan kesadaran pola hidup sehat dan bersih dilingkungan masing-masing.
Perkembangan Sosial Anak Usia Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19 Dengan Pendekatan Teori Erik H. Erikson Tri Mukti Wulandari; Zuhrotul Eka Yulis Anggraini; Resti Utami
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 7 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v7i2.168

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan sosial menurut Erik H. Erikson (1950) adalah Interaksi sosial seseorang dengan orang lain selama hidupnya berkontribusi pada perkembangan psikososialnya. Tujuan penelitian iniadalah menggunakan teori perkembangan psikososial Erik H. Erikson untuk mengkarakterisasi kematangan sosial anak usia sekolah di wilayah Pandemi Covid-19. Metode: Metode penelitian deskriptif digunakandalam penelitian ini. Siswa kelas satu sampai enam di SDN Glundengan 05 Kecamatan Wuluhan merupakan populasi penelitian yang diwakili oleh total 162 peserta. Metode pengambilan sampel survei yang komprehensif. Kuesioner berfungsi sebagai alat pengumpulan data untuk penelitian ini. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial usia sekolah dimasa pandemi Covid-19 dengan pendekatan teori Erik H. Erikson dalam tiga aspek yaitu sosialisasi, kedisiplinan, dan keterampilan anak sebagian besar dalam kategori baik, dibuktikan dengan hasil uji statistik aspek sosialisasi sebanyak 114 responden (70,4%), aspek kedisiplinan sebanyak 131 responden (80,9%), dan aspek keterampilan anak sebanyak 117 responden (72,2%)
PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN JEMBER: Gadget Use on Social and Language Development of Preschool Children in Jember Regency Lestari, Devi Khalisah; Utami, Resti; Eka Yulis Anggraeni , Zuhrotul; Rohmah, Nikmatur
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2278

Abstract

Pendahuluan: Usia prasekolah menawarkan banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jika potensi ini tidak terpenuhi, pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat. Banyak anak prasekolah saat ini tidak dapat bertahan hidup tanpa menggunakan teknologi secara teratur. Perkembangan sosial dan bahasa anak prasekolah pasti akan terpengaruh oleh gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa pada anak prasekolah. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Taman Kanak-kanak (TK) Yasmin dan TK Annuriyah di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan dari 113 responden, usia 3-6 tahun, yang dipilih untuk penelitian ini menggunakan simple random selection. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Sperman rho. Hasil: penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa (p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) 0,374). Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan gadget dapat meningkatkan perkembangan sosial dan bahasa pada anak usia prasekolah. Perkembangan sosial dan bahasa anak usia prasekolah akan lebih baik apabila orang tuanya mendampingi penggunaan gadget secara bijak.
Tari Rejang Renteng Pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali Di Kota Baubau Muhammad Erik Syahdal; Hasti Selvianti; Suharni Haris; Djays; Resti Utami; Eka Indriyanto
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmiati Syaramadani, 2021. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) Untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian Tari Rejang Renteng pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau (2) Untuk mengetahui penjelasan keterkaitan Tari Rejang Renteng dengan Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode analisis data deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari studi pustaka, observasi, wawancara, dan mengumpulkan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa (1) Bentuk penyajian Tari Rejang Renteng pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau (a) Geraknya terdiri dari ragam gerak yaitu pepeson, pengawa’, pengecet, dan pekaad (b) Pola lantainya berbentuk 3 baris memanjang kebelakang yang terkadang berubah arah hadap serta berbentuk lingkaran (c) Diiringi oleh alunan musik sederhana, bertempo dinamis musik khas tradisional Bali yakni alunan musik gong kebyar yang terdiri dari kendang, reong, ugal, pemade, kantilan, calung, gong besar, kampur,jegog, jeng-jeng ricek, tau-tau, kenong,seruling (d) Rias cantik sederhana menggunakan sanggul Bali serta busana yang dikenakan adalah kebaya putih, kamben atau sarung Bali, serta selendang berwarna kuning (e) Dipentaskan di Balai Agung Pura Desa bagian madya mandala pura di Kelurahan Ngkaring-karing pada malam hari. (2) Tari Rejang Renteng dengan rangkaian upacara melasti jelang hari raya nyepi sangat terkait satu sama lain karena Tari Rejang Renteng merupakan salah satu tari wali yang bersifat persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wase dalam rangakaian upacara melasti yang dimana upacara melasti merupakan upacara keagamaan umat Hindu Jelang Hari Raya Nyepi yang berarti pensuciaan diri sebelum menyambut tahun baru saka (tahun baru dalam kalender umat Hindu). Jadi setelah melakukan pensucian mereka melakukan persembahan berupa Tari Rejang Renteng pada malam hari di Pura Desa Balai Agung bagian madya mandala Pura di Kelurahan Ngkaring-karing, Kecamatan Bungi Kota Baubau.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Implementasi Stimulus Oral Motor Exercise Di Ruang Perinatologi Rsd. Balung Jember: Studi Kasus Agustino, Bintang Leo; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) sering mengalami kelemahan refleks hisap karena keterlambatan perkembangan sistem neurologis dan kapasitas otot mulut bayi belum stabil yang menyebabkan lemahnya kemampuan otot menghisap dan menelan pada bayi belum berkembang dengan baik, oleh karena itu bayi yang mengalami masalah kelemahan refleks hisap dapat dilakukan stimulus oral motor exercise. Tujuan : dari penelitian ini adalah peningkatan refleks hisap pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) melalui stimulus oral motor exercise. Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada By. Ny. F yang dilaksanakan di ruang Perinatologi RSD. Balung Jember pada tanggal 07 juli 2024 dengan masalah refleks hisap lemah, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan implementasi stimulus oral motor exercise didapatkan hasil : terjadinnya peningkatan reflek hisap pada bayi berat lahir rendah (BBLR), bayi dapat menyusu mengunakan dot dan secara eksklusif.
Implementasi Teknik Fisioterapi Dada (Clapping Dan Vibrating) Pada Pasien Anak Bronkopneumonia Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Ruang Dahlia Rumah Sakit Daerah Balung Aditya, Alif Fikri Bayu; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan masalah utama yang muncul pada anak dengan Bronkopneumonia, penderita cenderung akan mengeluh demam, batuk, bahkan sesak nafas dikarenakan hipersekresi dijalan nafas. Data yang ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2020, ditemukan sejumlah kasus pneumonia pada balita sebanyak 3.764 penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah implementasi teknik fisioterapi dada pada anak bronkopneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif, teknik fisioterapi dada bertujuan untuk melancarkan saluran nafas dari penumpukan sekret. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada An. R dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif, pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan angket hasil dari pemeriksaan diagnostik keperawatan. Hasil penelitian setelah dilakukan implementasi fisioterapi dada diperoleh kriteria hasil: keluhan batuk berkurang, keluhan sesak nafas tidak ada ditandai SaO2 98%, irama nafas 40-60x/menit, tidak ada retraksi dada, ronchi(-/-).
Implementasi Kangaroo Mother Care (Kmc) Pada Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Ruang Perinatologi Rsd Balung Jember Aurelia, Shandina; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) rentan mengalami hipotermia dikarenakan lemak subkutan pada bayi sangat tipis sehingga mudah dipengaruhi oleh suhu lingkungan, saat 30 menit pertama bayi rentan mengalami penurunan suhu 3-4°C, ruangan dengan suhu 20-25°C akan menyebabkan suhu kulit bayi menurun sekitar 0,3°C per menit. BBLR yang mengalami hipotermi dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metabolisme anaerobic, meningkatkan kebutuhan oksigen, meningkatkan hipoksemia dan dapat menyebabkan kematian. Hipotermia dapat dicegah dengan cara kangaroo mother care (KMC) yaitu dengan cara bayi diletakkan di dada ibu hanya menggunakan topi dan popok, posisi bayi sejajar dengan dada ibu kemudian disanggah oleh kain atau gendongan yang melingkari ibu dan bayi. Tujuan: Mengetahui efektifitas penerapan metode KMC terhadap kestabilan suhu tubuh pada BBLR. Metode: Teknik pengambilan data yakni dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Hasil: setelah dilakukan metode kangaroo selama 3 hari dengan frekuensi 3 kali sehari dan intensitas waktu 2 jam diperoleh peningkatan suhu tubuh sebanyak 0,1-0,3 °C. Simpulan : Penerapan metode KMC efektif dalam menstabilkan suhu tubuh pada BBLR dan penerapan metode KMC efektif dilakukan dengan durasi minimal 2 jam yang diberikan secara terus-menerus.
DEVELOPMENT OF SUPERVISION IMPLEMENTATION ORIENTATION Utami, Resti; Muhthadi, Muhthadi; Annur, Saipul
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 1 (2024): Second International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers have a very important role and great responsibility in education which is a challenge when it comes to the quality of education today. So in this case, less professional teachers really need guidance and direction from other people or supervisors in solving the problems they face in order to achieve educational goals. This writing aims to discuss and understand the development of orientation for the implementation of supervision at this time. This research uses qualitative methods in the form of a literature study, with a descriptive approach. Data was collected through references from books and literature related to the challenges of developing orientation for the implementation of supervision at this time. The research results show that supervision is one of the principal's functions to improve the quality and professionalism of teachers in carrying out teaching. There are three approaches to educational supervision: clinical supervision, developmental, and differential.
Pengembangan Produk Lokal Abon Watorumbe (ATOM) sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi di Mawasangka Tengah Rando, Rando; Asruddin, Muhammad Abdur Rasyid; Dexs, Faisal; Muthmainnah, Muthmainnah; Apliani, Isma; Utami, Resti
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 4 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.661

Abstract

Desa Watorumbe di Kabupaten Buton Tengah memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan ikan segar tanpa nilai tambah. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pengabdian masyarakat melalui pelatihan produksi abon ikan yang bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam pengolahan, pengemasan, dan branding produk berbasis ikan. Pelatihan mencakup praktik produksi abon yang higienis, desain kemasan menarik, serta strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan produksi mandiri di kalangan peserta. Beberapa kelompok usaha kecil juga terbentuk dan mulai memasarkan produknya secara lokal maupun daring. Program ini turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap kewirausahaan, meningkatkan peran perempuan, serta memperkuat nilai tambah produk perikanan lokal. Dengan pendekatan terintegrasi dari produksi hingga pemasaran, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi rumah tangga dan penguatan ketahanan ekonomi desa secara berkelanjutan.