Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Inkrementalism as One of The Models of Change in The Organization of Education Utami, Resti; Khodijah, Nyayu; Febriyanti, Febriyanti
Jurnal Sustainable Vol 6 No 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.4030

Abstract

The purpose of writing this journal is to examine models of change in organizations and find out whether incremental models can be used as solutions for change and development. This article selects literature study research methods and some previous research sources, and this study concludes that organizations must meet the basic principles in decision-making, namely ethics, orientation, scope, authority, credibility, and reference. In this case, organizational decisions are taken using several paradigms, namely the classical paradigm, administrative paradigm, incremental paradigm, administrative-incremental paradigm, and contingency paradigm. This article emphasizes that changing the organization is certainly not easy, especially for organizations with many times and a thick tradition. Most organizations make changes only to the vision and mission but not to the individuals and mindsets of their members. Any change can positively or negatively impact the organization's internal and external environment. Of course, each organization member has a different mindset, and each individual must have different initial goals when first joining an organization. Therefore, a change must be flexible, effective, and accommodate all the wishes of organizational members, not just some groups.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY REMAJA PADA SITUASI KESIAPSIAGAAN BENCANA SOSIAL MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE TEACH BACK : Increasing Knowledge and Self-Efficacy of Adolescents in Social Disaster Preparedness Situations Through Reproductive Health Education Using the Teach Back Method Kholifah, Siti; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2069

Abstract

Pendahuluan: Tiga Masalah Kesehatan terbesar remaja (TRIAD KRR), yakni seksualitas, HIV dan AIDS, serta Napza. masalah tersebut dapat dipicu oleh perilaku beberapa seksual berisiko yang dilakukan oleh remaja, antara lain berpacaran, berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, mencium bibir hingga melakukan senggama dan pergaulan bebas. Remaja secara pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologisnya memang rentan terjerumus ke dalam TRIAD KRR. meningkatnya kejadian masalah reproduksi remaja  bisa memicu terjadinya bencana sosial pada masyarakat. Perlu upaya edukasi untuk peningkatan pengetahuan dan self efficacy dengan menggunakan metode tech back tentang kesehatan reproduksi remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana sosial. Tujuan: Menganalisis efektifitas edukasi kesehatan reproduksi dengan metode teach back dalam peningkatan pengetahuan dan self efficacy remaha pada situasi kesiapsiagaan bencana sosial. Metode: Quasy Eksperimental dengan rancangan Pretest and Post test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di SMK 3 Muhammadiyah Ambulu Jember. Penelitian ini melibatkan 91 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa SMK yang berada di X dan XII serta belum pernah mendapatkan edukasi tentang Kesehatan reproduksi. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Pengolahan data dilakukan melalui proses pembersihan data, pemberian skor, penentuan kategori, tabulasi, dan entry data. Selanjutnya menganalisis uji statistik yaitu Wilcoxon. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil: Hasil perhitungan uji  Wilcoxon didapatkan nilai p value (Asymp.Sig 2 tailed) sebesar 0.000 dimana kurang dari 0.05 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dengan menggunakan metode teach back terhadap pengetahuan dan self efficacy remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana social. Kesimpulan: Hendaknya edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap remaja dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan lintas sektoral terutama orang tua
Asuhan Keperawatan Bersihan Jalan Napas tidak Efektif pada Pasien Anak dengan Bronkopneumonia di RSD Balung dan Kalisat Jember Cahya Putra, Richo Belgista Krisna; Utami, Resti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.43

Abstract

Bersihan jalan nafas yang tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia dapat menjadi permasalahan serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penatalaksanaan bersihan jalan nafas yang tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia memerlukan ketersediaan perawatan berkualitas. Studi kasus ini bertujuan merepresentasikan pe-natalaksanaan asuhan keperawatan anak dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas yang tidak efektif pada kasus bronkopneumonia di ruang keperawatan anak (Dahlia) RSUD Balung dan ruang keperawatan anak (Manyar) RSUD Kalisat Jember. Metode: rancangan penelitian merupakan studi kasus. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni 2023 sampai 10 Juli 2023 di Ruangan keperawatan anak (Dahlia) RSUD Balung dan ruang keperawatan anak (Manyar) RSUD Kalisat Jember. Populasi adalah semua Anak yang menderita Bronkopneumonia dengan 2 sampel yang diambil secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah format pengkajian sampai evaluasi keperawatan anak. Cara pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran, observasi dan studi doku-mentasi. Analisis dilakukan pada semua temuan di tahapan proses keperawatan pada anak. Hasil: Setelah tindakan asuhan keperawatan meunjukkan bahwa pasien An. R (10 bulan) lebih cepat mengalami perbaikan kondisi lebih cepat dari pada pasien An. S (18 bulan) tetapi hal tersebut juga berkaitan dengan faktor lain. Pasien An. R (10 bulan) lebih kooperatif dari pada pasien An. S (18 bulan)
Mendeskripsikan Asuhan Keperawatan Hipovolemia pada Pasien Anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever Faida, Wiwik Nurul; Utami, Resti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.52

Abstract

Hipovolemia pada anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penatalaksanaan asuhan keperawatan hipovolemia pada anak dengan DHF di ruang anak RSUD Balung dan RSD Kalisat Jember. Metode: Rancangan penelitian merupakan studi kasus. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2022 sampai 27 Oktober 2022 di ruang anak RSUD Balung dan RSD Kalisat Jember. Instrumen pengumpulan data meliputi pengkajian sampai evaluasi keperawatan anak. Pengambilan data dimulai dari wawancara, pengukuran, observasi, dan sudi dokumentasi. Hasil: setelah dilakukan Tindakan pemberian infus dehidrasi asering dan monitoring pasien An. S (7 tahun) lebih cepat mengalami perbaikan kondisi lebih cepat dari pada pasien An. A (7 tahun) tetapi hal tersebut juga berkaitan dengan ke kooperatif an dari pasien. Pasien An. A (7 tahun) lebih kooperatif tidak banyak gerak saat diberikan terapi injeksi, tidak menangis maupun menolak untuk minum obat oral, dari pada pasien An. S (7 tahun) tidak kooperatif, pasien banyak gerak, menangis ketika perawat datang untuk memberikan terapi obat, dan pasien menolak diberikan obat oral sehingga An. S (7 tahun) hanya diberikan obat injeksi.
Asuhan Keperawatan dengan Masalah Bersihan Jalan Napas tidak Efektif pada Anak dengan Broncopneumoni di RSUD Balung Jember Ariyanto, Ganesa; Utami, Resti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.65

Abstract

Latar Belakang: Bersihan jalan nafas tidak efektif pada anak yang menderita bronkopneumonia dapat menjadi masalah serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Ketersediaan perawatan berkualitas diperlukan untuk menangani bersihan jalan nafas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menunjukkan bagaimana asuhan keperawatan anak menangani kasus bronkopneumonia di ruang keperawatan anak Dahlia di RSUD Balung dan ruang keperawatan anak (Dahlia) di RSUD Balung Jember. Metode: Desain penelitian adalah studi kasus. Penelitian dilakukan dari tanggal 24 Oktober sampai 4 November 2022 di Ruangan keperawatan anak Dahlia RSUD Balung Jember. Ada dua sampel yang diambil secara purposive dari semua anak yang menderita Bronkopneumonia. Format penelitian dan evaluasi keperawatan anak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Pengukuran, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi adalah metode pengumpulan data. Semua temuan yang dihasilkan selama tahapan keperawatan anak dievaluasi. Hasil dan Pembahasan: setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pada an. A (4 bulan) dan an. K (3 bulan) diketahui suhu tubuh an. A 38,2C sedangkan an. K suhu tubuh dalam rentang normal yaitu 36,5C
PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING DAN KESEHATAN IBU HAMIL SEJAK DINI DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI KELURAHAN BATARAGURU KOTA BAUBAU Gazalin, Junaid; Asiri, La; Inzana, Nur; Utami, Resti; Rahmawaty, Cendy; Selvianty, Hasti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23675

Abstract

Permasalahan stunting merupakan suatu persoalan dunia dan nasional yang perlu diperhatikan, untuk mengatasi persoalan stunting dan kesehatan Ibu, diperlukan upaya yang holistik terintegratif dan strategis, dimana Kelurahan Bataraguru di Kota baubau merupakan daerah dengan prevelensi stunting cukup tinggi, untuk itu diperlukan pendampingan dalam pemberdayaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menangani stunting dan kesehatan ibu hamil percepatan Penanggulangan Stunting dan Kesehatan Ibu Hamil Sejak Dini dengan Pendekatan Keluarga di Kelurahan Bataraguru Kota Bau-Bau. Metode pelaksanaan program ini meliputi Pendataan pengukuran status kesehatan dan Gizi, pengarahan, dan dialog interaktif kepada masyarakat Kelurahan Bataraguru. Hasil kegiatan dilakukan yaitu pemeriksaan status kesehatan anak, ibu hamil dan orang yang beresiko, juga memberikan pengetahuan pada calon pengantin (CATIN) dan perhatian lebih pada keluarga berencana (KB). beberapa data mengenai balita dan bayi di bawah dua tahun yang beresiko atau terkena stunting, selain itu sosialisasi dan edukasijuga dilaksanakan memahamkan kepada masyarakat tentang stunting dan dampaknya terhadap anak-anak. Dampak dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman bagi masyarakat tentang stunting serta pencegahanya dan kesadaran pola hidup sehat dan bersih dilingkungan masing-masing.
Perkembangan Sosial Anak Usia Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19 Dengan Pendekatan Teori Erik H. Erikson Tri Mukti Wulandari; Zuhrotul Eka Yulis Anggraini; Resti Utami
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 7 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v7i2.168

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan sosial menurut Erik H. Erikson (1950) adalah Interaksi sosial seseorang dengan orang lain selama hidupnya berkontribusi pada perkembangan psikososialnya. Tujuan penelitian iniadalah menggunakan teori perkembangan psikososial Erik H. Erikson untuk mengkarakterisasi kematangan sosial anak usia sekolah di wilayah Pandemi Covid-19. Metode: Metode penelitian deskriptif digunakandalam penelitian ini. Siswa kelas satu sampai enam di SDN Glundengan 05 Kecamatan Wuluhan merupakan populasi penelitian yang diwakili oleh total 162 peserta. Metode pengambilan sampel survei yang komprehensif. Kuesioner berfungsi sebagai alat pengumpulan data untuk penelitian ini. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial usia sekolah dimasa pandemi Covid-19 dengan pendekatan teori Erik H. Erikson dalam tiga aspek yaitu sosialisasi, kedisiplinan, dan keterampilan anak sebagian besar dalam kategori baik, dibuktikan dengan hasil uji statistik aspek sosialisasi sebanyak 114 responden (70,4%), aspek kedisiplinan sebanyak 131 responden (80,9%), dan aspek keterampilan anak sebanyak 117 responden (72,2%)
PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN JEMBER: Gadget Use on Social and Language Development of Preschool Children in Jember Regency Lestari, Devi Khalisah; Utami, Resti; Eka Yulis Anggraeni , Zuhrotul; Rohmah, Nikmatur
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2278

Abstract

Pendahuluan: Usia prasekolah menawarkan banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jika potensi ini tidak terpenuhi, pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat. Banyak anak prasekolah saat ini tidak dapat bertahan hidup tanpa menggunakan teknologi secara teratur. Perkembangan sosial dan bahasa anak prasekolah pasti akan terpengaruh oleh gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa pada anak prasekolah. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Taman Kanak-kanak (TK) Yasmin dan TK Annuriyah di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan dari 113 responden, usia 3-6 tahun, yang dipilih untuk penelitian ini menggunakan simple random selection. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Sperman rho. Hasil: penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa (p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) 0,374). Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan gadget dapat meningkatkan perkembangan sosial dan bahasa pada anak usia prasekolah. Perkembangan sosial dan bahasa anak usia prasekolah akan lebih baik apabila orang tuanya mendampingi penggunaan gadget secara bijak.
Tari Rejang Renteng Pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali Di Kota Baubau Muhammad Erik Syahdal; Hasti Selvianti; Suharni Haris; Djays; Resti Utami; Eka Indriyanto
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmiati Syaramadani, 2021. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) Untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian Tari Rejang Renteng pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau (2) Untuk mengetahui penjelasan keterkaitan Tari Rejang Renteng dengan Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode analisis data deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari studi pustaka, observasi, wawancara, dan mengumpulkan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa (1) Bentuk penyajian Tari Rejang Renteng pada Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Masyarakat Hindu Bali di Kota Baubau (a) Geraknya terdiri dari ragam gerak yaitu pepeson, pengawa’, pengecet, dan pekaad (b) Pola lantainya berbentuk 3 baris memanjang kebelakang yang terkadang berubah arah hadap serta berbentuk lingkaran (c) Diiringi oleh alunan musik sederhana, bertempo dinamis musik khas tradisional Bali yakni alunan musik gong kebyar yang terdiri dari kendang, reong, ugal, pemade, kantilan, calung, gong besar, kampur,jegog, jeng-jeng ricek, tau-tau, kenong,seruling (d) Rias cantik sederhana menggunakan sanggul Bali serta busana yang dikenakan adalah kebaya putih, kamben atau sarung Bali, serta selendang berwarna kuning (e) Dipentaskan di Balai Agung Pura Desa bagian madya mandala pura di Kelurahan Ngkaring-karing pada malam hari. (2) Tari Rejang Renteng dengan rangkaian upacara melasti jelang hari raya nyepi sangat terkait satu sama lain karena Tari Rejang Renteng merupakan salah satu tari wali yang bersifat persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wase dalam rangakaian upacara melasti yang dimana upacara melasti merupakan upacara keagamaan umat Hindu Jelang Hari Raya Nyepi yang berarti pensuciaan diri sebelum menyambut tahun baru saka (tahun baru dalam kalender umat Hindu). Jadi setelah melakukan pensucian mereka melakukan persembahan berupa Tari Rejang Renteng pada malam hari di Pura Desa Balai Agung bagian madya mandala Pura di Kelurahan Ngkaring-karing, Kecamatan Bungi Kota Baubau.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Implementasi Stimulus Oral Motor Exercise Di Ruang Perinatologi Rsd. Balung Jember: Studi Kasus Agustino, Bintang Leo; Utami, Resti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) sering mengalami kelemahan refleks hisap karena keterlambatan perkembangan sistem neurologis dan kapasitas otot mulut bayi belum stabil yang menyebabkan lemahnya kemampuan otot menghisap dan menelan pada bayi belum berkembang dengan baik, oleh karena itu bayi yang mengalami masalah kelemahan refleks hisap dapat dilakukan stimulus oral motor exercise. Tujuan : dari penelitian ini adalah peningkatan refleks hisap pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) melalui stimulus oral motor exercise. Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada By. Ny. F yang dilaksanakan di ruang Perinatologi RSD. Balung Jember pada tanggal 07 juli 2024 dengan masalah refleks hisap lemah, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan implementasi stimulus oral motor exercise didapatkan hasil : terjadinnya peningkatan reflek hisap pada bayi berat lahir rendah (BBLR), bayi dapat menyusu mengunakan dot dan secara eksklusif.