Penelitian ini mengkaji strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) inklusif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) pada pekerja sektor informal di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tingginya dominasi pekerjaan informal yang ditandai oleh ketidakstabilan pendapatan, keterbatasan perlindungan sosial, serta rendahnya akses terhadap pengembangan kompetensi menjadi tantangan struktural dalam mewujudkan pekerjaan layak di tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen yang melibatkan pekerja informal, perwakilan pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan komunitas. Hasil penelitian mengidentifikasi lima strategi MSDM inklusif, yaitu pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan lokal, akses pembiayaan mikro yang inklusif, dukungan digitalisasi usaha, fasilitasi perlindungan sosial, dan kolaborasi multipihak. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan keamanan kerja pekerja informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan MSDM inklusif dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal serta mempercepat pencapaian SDG 8 melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif
Copyrights © 2026