Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi filsafat Gotong Royong sebagai jembatan antara praktik filantropi keagamaan dan solidaritas kewarganegaraan di tengah arus individualisme global. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi filosofis, penelitian ini membedah transformasi nilai-nilai altruisme religius menuju aksi sipil yang inklusif dalam bingkai Pancasila. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran konsep "Solidaritas Teo-Sivik", di mana filantropi tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban teologis privat, melainkan sebagai instrumen politik kewarganegaraan yang memperkuat kohesi sosial di masyarakat multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi filantropi keagamaan di Indonesia telah menggeser batas-batas eksklusivitas komunal menjadi gerakan kemanusiaan lintas iman yang berbasis pada keadilan sosial. Revitalisasi filosofis Gotong Royong, dalam penelitian ini krusial untuk mencegah segregasi sosial, sekaligus memosisikan Pancasila sebagai sistem etika global yang mampu mensinergikan identitas transenden dengan tanggung jawab imanen sebagai warga negara. Konsep ini memberikan kontribusi teoretis baru dalam studi kewarganegaraan pasca-sekular. Secara praktis, temuan ini menawarkan peta jalan bagi penguatan resiliensi nasional melalui sinkronisasi antara kebijakan publik dan energi spiritual di era global.
Copyrights © 2025