Hipokalsemia merupakan suatu gangguan biokimia yang dapat bersifat asimtomatik pada kasus ringan atau muncul sebagai kondisi akut yang mengancam jiwa. Kadar kalsium dalam tubuh diatur oleh hormon paratiroid (parathyroid hormone/PTH), vitamin D, dan kalsitonin melalui efek spesifik pada saluran cerna, ginjal, dan tulang. Kami melaporkan sebuah kasus hipokalsemia pasca-tiroidektomi pada seorang perempuan berusia 62 tahun. Pasien datang dengan keluhan rasa kaku pada mulut, tangan, dan kaki. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda Chvostek positif, interval QT memanjang pada elektrokardiografi, serta hipokalsemia pada pemeriksaan laboratorium. Gejala klinis membaik setelah empat hari pemberian terapi kalsium dan kalsitriol. Namun, hipokalsemia akibat hipoparatiroidisme primer memiliki kecenderungan untuk kambuh. Oleh karena itu, diperlukan pemberian rutin kalsium oral dan kalsitriol oral sebagai terapi jangka panjang. Pemantauan laboratorium juga perlu dilakukan secara berkala, setidaknya setiap 3–6 bulan. Ke depan, terapi pengganti menggunakan PTH rekombinan dapat menjadi alternatif pengobatan pada kasus hipokalsemia pasca-tiroidektomi.
Copyrights © 2026