Tremor merupakan gangguan gerak yang tidak hanya berkaitan dengan disfungsi motorik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional seperti ansietas serta perubahan struktural otak. Perubahan neurobiologis, khususnya atrofi pada serebelum, sistem limbik, dan korteks prefrontal, dapat mengganggu regulasi motorik dan emosional sehingga memperberat tremor. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara tremor, atrofi otak, dan ansietas dalam perspektif neurobiologi. Metode yang digunakan adalah narrative systematic review terhadap literatur internasional tahun 2015–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan NCBI menggunakan kata kunci tremor, atrofi otak, dan ansietas. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ansietas dapat memperberat tremor melalui peningkatan aktivitas simpatis dan gangguan kontrol inhibisi top-down. Atrofi pada struktur serebelar dan limbik–prefrontal berkontribusi terhadap disfungsi regulasi emosi dan motorik. Temuan neuroimaging dan molekuler mendukung adanya hubungan dua arah antara tremor, ansietas, dan atrofi otak. Kesimpulannya, tremor, atrofi otak, dan ansietas saling berkaitan melalui mekanisme neurobiologis yang terintegrasi, sehingga pendekatan diagnostik dan terapeutik perlu mempertimbangkan aspek motorik dan emosional secara bersamaan.
Copyrights © 2026