Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK Husna, Asmaul; Dahliah, Dahliah; Japari, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50717

Abstract

Kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Depresi adalah gangguan mental umum yang hadir dengan suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah harga diri, gangguan tidur atau nafsu makan, dan miskin konsentrasi Depresi terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor sosial, psikologis, dan biologis. Pengobatan psikologis merupakan pengobatan pertama untuk depresi. Tujuan Artikel ini menyajikan tinjauan Literatur tentang Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan lainnya : Literatur Review. Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literature review. Penelusuran dengan mengakses seperti Google Scholar, Garuda, repository universitas, terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi Kesehatan lainnya : literature review. Sebanyak 11 studi yang dilakukan antara tahun 2020-2025 dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil Menunjukkan bahwa Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik lebih sering terjadi pada usia dewasa dan lansia, lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan, serta serta beberapa faktor lain yang berhubungan dengan depresi berat tanpa gejala psikotik yaitu penyakit penyerta dan pendidikan.
HUBUNGAN TREMOR, ATROFI OTAK, DAN ANSIETAS DALAM ASPEK NEUROBIOLOGI Aisyah, Sahida Nur; Jaya, Muhammad Alim; Japari, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55050

Abstract

Tremor merupakan gangguan gerak yang tidak hanya berkaitan dengan disfungsi motorik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional seperti ansietas serta perubahan struktural otak. Perubahan neurobiologis, khususnya atrofi pada serebelum, sistem limbik, dan korteks prefrontal, dapat mengganggu regulasi motorik dan emosional sehingga memperberat tremor. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara tremor, atrofi otak, dan ansietas dalam perspektif neurobiologi. Metode yang digunakan adalah narrative systematic review terhadap literatur internasional tahun 2015–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan NCBI menggunakan kata kunci tremor, atrofi otak, dan ansietas. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ansietas dapat memperberat tremor melalui peningkatan aktivitas simpatis dan gangguan kontrol inhibisi top-down. Atrofi pada struktur serebelar dan limbik–prefrontal berkontribusi terhadap disfungsi regulasi emosi dan motorik. Temuan neuroimaging dan molekuler mendukung adanya hubungan dua arah antara tremor, ansietas, dan atrofi otak. Kesimpulannya, tremor, atrofi otak, dan ansietas saling berkaitan melalui mekanisme neurobiologis yang terintegrasi, sehingga pendekatan diagnostik dan terapeutik perlu mempertimbangkan aspek motorik dan emosional secara bersamaan.
The Role of Estrogen and Progesterone Fluctuations in the Pathogenesis of Postpartum Psychosis: A Neurobiological Review Taufan, Wa Ode Sri Apriani; Khaerina, Ilma; Japari, Agus
Journal La Medihealtico Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v7i2.3241

Abstract

Postpartum psychosis is an acute psychiatric disorder characterized by rapid onset following childbirth, posing significant risks to both maternal and neonatal safety. Its underlying mechanisms remain incompletely understood; however, fluctuations in reproductive hormones particularly estrogen and progesterone are strongly implicated in its pathogenesis. The abrupt decline of these hormones after delivery may disrupt neurotransmitter systems, especially dopaminergic and GABAergic pathways, thereby precipitating neurobiological imbalance in vulnerable individuals. This study employs a literature review method using a narrative review approach, drawing upon databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, complemented by manual searches. Following the PRISMA framework, a total of 20 articles met the inclusion criteria and were systematically analyzed. The findings indicate that estrogen demonstrates a more consistent association with psychotic symptomatology, whereas progesterone exerts its effects primarily through its metabolite, allopregnanolone, which modulates the GABAergic system. In addition, genetic predisposition, sleep disturbances, and alterations in neuroplasticity contribute to the condition. Postpartum psychosis therefore emerges as a multifactorial disorder resulting from the complex interplay between hormonal fluctuations and underlying neurobiological vulnerability.