Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi yang ditandai dengan fenomena triple burden of malnutrition, sehingga diperlukan intervensi gizi yang efektif, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan gizi, kepatuhan konsumsi menu, dan preferensi makanan Program MBG dengan status gizi remaja di Kota Palu. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 105 siswa penerima MBG di dua SMP di Kota Palu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Asupan gizi diukur menggunakan metode food recall 2×24 jam, kepatuhan konsumsi dan preferensi makanan diukur dengan kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sesuai standar WHO 2007. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (55,24%), asupan gizi MBG kategori cukup (54,29%), tingkat kepatuhan konsumsi tinggi (71,43%), serta preferensi positif terhadap menu MBG (80,00%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi (p=0,345), kepatuhan konsumsi (p=0,201), dan preferensi makanan (p=0,294) dengan status gizi remaja. Hasil analisis multivariat juga menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tidak berhubungan signifikan terhadap status gizi. Kesimpulannya, Program Makan Bergizi Gratis berperan sebagai pendukung pemenuhan gizi remaja, namun belum menjadi faktor penentu utama status gizi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui peningkatan kualitas menu, edukasi gizi, dan pengendalian pola konsumsi di luar sekolah.
Copyrights © 2026