Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku phubbing orang tua, yaitu kecenderungan lebih fokus pada gawai dibandingkan berinteraksi langsung dengan anak, yang diduga berdampak pada perkembangan bahasa anak. Interaksi verbal yang kurang optimal berpotensi menghambat kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan mengekspresikan ide anak secara wajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku phubbing terhadap perkembangan bahasa anak di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan pendidik, serta dokumentasi perkembangan bahasa anak. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku phubbing berdampak pada keterbatasan kosakata, rendahnya respons verbal, serta kurangnya keberanian anak dalam berkomunikasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa intensitas interaksi langsung orang tua sangat menentukan optimalisasi perkembangan bahasa anak usia dini.
Copyrights © 2026