Pemerintahan Digital yang dicanangkan dalam Visi Indonesia Digital 2045 menuntut seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk memiliki kompetensi digital. Tetapi dalam kenyataannya ada kesenjangan keterampilan, terutama bagi pegawai yang bekerja dominan di lapangan. Survei awal pada calon PPPK Paruh Waktu di BPBD Kota Pekalongan menunjukkan bahwa 28% belum pernah menggunakan komputer dan 50% belum bisa menggunakan aplikasi olah kata. Metode yang digunakan adalah pelatihan tatap muka dengan materi berbasis 4 Pilar Literasi Digital (Cakap, Aman, Budaya, Etika) dan fokus pada keterampilan dasar. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan dan observasi. Hasilnya, 76,67% peserta merasa pengetahuan digital bertambah dan merasa lebih siap bekerja. Secara kualitatif, peserta sangat antusias dan bahkan meminta pelatihan lanjutan dengan durasi yang lebih panjang menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi.
Copyrights © 2025