Program induksi merupakan bagian penting dalam pengelolaan SDM di lembaga pendidikan, khususnya dalam membantu guru baru beradaptasi terhadap nilai, standar perilaku, dan budaya organisasi. Sekolah Islam Al Azhar Pekalongan memiliki program induksi terstruktur selama satu tahun yang mencakup sepuluh sesi pembinaan. Namun, temuan pada pelaksanaan menunjukkan aspek internalisasi budaya kerja masih membutuhkan penguatan agar guru tidak hanya memahami nilai secara kognitif, tetapi juga menghayatinya sebagai identitas profesional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan salah satu sesi induksi berfokus pada penanaman makna budaya kerja berbasis nilai keislaman, karakter kealazharan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis observasi partisipatif, refleksi terarah, dan instrumen persepsi sebagai data pendukung. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman budaya kerja, konsistensi perilaku, dan sense of belonging guru baru terhadap lembaga. Data simulatif menunjukkan peningkatan tiga aspek utama: pemahaman nilai, kesesuaian perilaku, dan keterikatan emosional terhadap lembaga. Ini menegaskan bahwa induksi bukan hanya proses adaptasi administratif, tetapi instrumen strategis pembentukan identitas profesional guru yang sejalan dengan nilai lembaga. Dengan demikian, penguatan budaya kerja perlu diposisikan sebagai bagian inti strategi pengembangan SDM berbasis nilai pada lembaga pendidikan Islam. Kegiatan ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang pengabdian masyarakat untuk memperkuat budaya kerja guru berbasis nilai islam.
Copyrights © 2025