Luka bakar merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pemuda remaja dan berpotensi menimbulkan dampak fisik serta psikososial apabila tidak ditangani secara tepat sejak fase awal. Pengetahuan yang adekuat mengenai pertolongan pertama luka bakar berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Metode penelitian dengan desain penelitian pre eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest–posttest untuk menilai pengaruh literasi audiovisual terhadap pengetahuan penanganan pertama pada luka bakar. Populasi penelitian adalah pemuda remaja di GBI Rahayu Kota Kediri dengan jumlah sampel 23 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, sedangkan setelah diberikan edukasi berbasis audiovisual, mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan baik (91,3%). Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 yang menandakan adanya perbedaan signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa literasi audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan penanganan pertama luka bakar dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program pembinaan pemuda remaja di komunitas sebagai upaya promotif dan preventif.
Copyrights © 2026