Ketepatan penentuan kode diagnosis utama menjadi penentu dalam ketepatan pembuatan laporan morbiditas dan mortalitas serta ketepatan biaya klaim pelayanan kesehatan seorang pasien. Di RSUD āXā, dari hasil survei pendahuluan pada 20 dokumen rekam medis rawat inap pasien BPJS yang diambil secara acak terdapat 10% kode diagnosis utama yang tidak tepat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasi dengan pendekatan retrospektif. Populasinya Adalah seluruh dokumen rekam medis rawat inap pasien BPJS pada triwulan IV tahun 2025 sebesar 6210 dokumen rekam medis dan didapatkan sampel sebesar 99 dokumen rekam medis. Persentase ketepatan penentuan kode diagnosis utama sebesar 89 dokumen (89,89%) lebih besar dari kode diagnosis utama yang tidak tepat sebesar 10 dokumen (10,11%). Salah dalam penentuan kondisi utama terdapat pada aturan ICD-10 tahun 2010 Bab 12 tentang Kode Fraktur, aturan penggunaan kode āZā dan rules MB.1.
Copyrights © 2026