Davar: Jurnal Teologi
Vol 6, No 2 (2025): Desember

Folklore manasumoraka? sumber teologi persahabatan berbasis tradisi lisan masyarakat lintas iman di Toraja

Welem, Theofilus (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Feb 2026

Abstract

ABSTRACTThis paper will explain how the fading local expression manasumo raka, which has been replaced by religious-based greetings, can be used as a source of oral tradition-based theology of friendship between communities. This research uses a qualitative method. The research results and conclusions of this article show that manasumo raka is not just an ordinary greeting in the life of Toraja people, it contains elements of friendship, kinship that refers to openness, as well as an expression of anti-ego that is very distinctive as the identity of Toraja people. This phrase is a symbol of love in an effort to meld various differences in society, one of which is differences in beliefs or religions. Indeed, building relationships regardless of background is part of the concept of friendship in Christianity and Islam, as well as practiced and taught directly by Jesus and the Prophet, so it is important to preserve and pass on to the next generation in the lives of Torajans wherever they are. Keywords: Manasumo raka?, Interfaith Community, Theology of Friendship, Oral Tradition. ABSTRAKTulisan ini akan menjelaskan bagaimana ungkapan lokal manasumo raka yang mulai pudar dan tergantikan oleh sapaan berbasis agama dapat digunakan sebagai sumber teologi persahabatan berbasis tradisi lisan antara masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian beserta kesimpulan artikel ini menunjukan bahwa sapaan manasumo raka? bukan hanya sekedar sapaan biasa dalam kehidupan masyarakat Toraja, sapaan ini mengandung unsur persahabatan, kekeluargaan yang merujuk pada keterbukaan, sekaligus juga sebagai ekspresi anti-ego yang amat khas sebagai identitas orang Toraja. Frasa ini menjadi simbol cinta-kasih dalam upaya untuk meleburkan berbagai perbedaan dalam masyarakat, salah satunya adalah perbedaan keyakinan atau agama. Tentunya membangun relasi tanpa memandang latar belakang merupakan hal yang menjadi salah satu bagian dari konsep persahabatan dalam ajaran Kekristenan dan Islam, serta dipraktikkan dan diajarkan langsung oleh Yesus dan juga Rasulullah, sehingga penting untuk tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya dalam kehidupan masyarakat Toraja dimana pun mereka berada. Kata Kunci: Manasumo raka?, Masyarakat Lintas Iman, Teologi Persahabatan, Tradisi Lisan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

DJT

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Other

Description

Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: ...