Transformasi industri otomotif menuju kendaraan listrik menuntut kompetensi Digital Twin yang belum terfasilitasi optimal di SMK otomotif akibat keterbatasan sarana praktik. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 30 siswa SMK otomotif. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui model Hybrid Project-Based Learning berbasis Virtual Reality menggunakan simulator Digital Twin kendaraan listrik berbasis Unity dan perangkat Oculus Quest 2. Data dikumpulkan melalui tes kognitif, kuesioner motivasi, dan lembar observasi keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman Digital Twin kendaraan listrik dengan nilai N-Gain 0,70 (kategori tinggi) dan Cohen’s d = 2,34. Motivasi belajar meningkat dengan N-Gain 0,73 dan keterlibatan siswa mencapai 92%. Sebanyak 73,3% siswa berada pada kategori N-Gain tinggi dan tidak ditemukan siswa dengan peningkatan rendah. Model Hybrid PBL berbasis VR efektif meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa SMK otomotif dalam pembelajaran Digital Twin kendaraan listrik. Meskipun demikian, keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol membatasi generalisasi kausal sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain quasi-eksperimental.
Copyrights © 2025